![]() |
| Ismail, S.Ag M.Si |
Demikian disampaikan Ismail Hamkaz, Anggota DPRD Rohul, kepada wartawan Selasa (13/8) terkait banyaknya kegiatan yang dilakukan lima Luhak yang ada di Kabupaten Rokan Hulu. Dan setiap kegiatan yang dilakukan selalu terkendala biaya. Sementara kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan sentuhan budaya kepada masyarakat agar jangan "tergilas" oleh waktu dan budaya luar.
"Kebutuhan akan anggaran ini merupakan kebutuhan yang mendesak dan berdasarkan lahirnya Perda tentang LAM ini yang telah kita sahkan 2 bulan lalu di Paripurna DPRD Rohul, dimana ada beberapa pasal yang mendukung yang memerlukan penelitian, pengembangan, pengayaan, pelestarian serta menumbuh kembangkan peran adat di mata masyarakat. Untuk melaksanakan itu tentu butuh biaya,"kata Ismail.
Dibenarkan Ismail, anggaran Rp.100 juta yang dialokasikan Pemda Rohul untuk setiap Luhak sejauh ini dinilai masih kurang karena banyaknya kegiatan ke-adatan yang dilakukan setiap luhak. Bahkan untuk menutupi kekurangan dana tersebut, masyarakat yang ada di Luhak sering mengeluh dan terpaksa melakukan pengumpulan dana secara swadaya.
"Kehadiran lembaga adat ini sesungguhnya mampu memberikan sentuhan budaya dalam menapaki masa depan anak kemanakan. Jadi usulan penambahan anggaran untuk semua luhak yang ada di Rohul ini perlu direalisasikan. Sehingga dalam perjalanan kegiatan keadatan tidak tersendat atau menjadi kendala. Kita sangat berharap juga dukungan semua pihak akan kebutuhan anggaran ini, sehingga di APBD Rohul 2014 mendatang hendaknya sudah bisa terealisasi,"harap Ismail Hamkaz. (gus)
Sumber: RIAU MERDEKA







