- Selamat datang di website resmi Luhak Kepenuhan, Negeri BERADAT -                                                                                                                         - Adat bersendikan Syarak, Syarak bersendikan Kitabullah -                                                                                                                        -Adat Luhak Kepenuhan mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H... Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. -                                                                                                                        - Website ini masih dalam proses pelengkapan data (by: admin)-
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan

Permainan Daerah Luhak Kepenuhan

Permainan Patuk Lele/Foto: Int
A. GASIANG ( GASING)
Bahan:

Dari kayu yang kuat seperti, Kayu kompeh, kayu Kulim dan lain sebaginya. Gasiang dibuat oleh mereka yang betul faham dan mengerti, karena tidak semua orang mampu untuk membuat, bentuk dari Gasiang ini ada yang berbentuk lonjong, bulat, setengah bulat, tergantung dari pembuat. Untuk dapat bertahan lama (Ugai) untuk diputarkan dengan menggunakan tali, maka ditambah dengan paku atau jarum jenis tertentu.

Jumlah dalam Permainan:
Bisa dimainkan secara perorangan (Satu lawan satu) maupun beregu (2 sampai 5 orang satu tim). Permainan ini dimainkan oleh anak lelaki dan bahkan orang dewasa dan malahan sangkin tagihnya dimainkan oleh orang dewasa yang sudah beristri.

Cara permainan:
Untuk mendapatkan putaran yang lama maka oleh pemain mencari tempat yang agak keras, biasanya di atas tanah (lebih bagus tanah Liat ). Untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemukul (Meninggkah) dan siapa yang kena Pukul (ditingkah) duluan, kedua pihak dengan serempak memutarkan (menghugai) Gasiang mereka masing-masing.


Untukmenentukan dalam menghugai Gasiang tersebut adalah mereka yang Gasiangnya lebih lama bertahan dari pihak lawan, merekalah menjadi pemukul (Meningkah) duluan. Dengan demikian permainan pun di mulai.


Biasanya dalam permainan ini membutuhkan waktu yang lama, karena semakin asyik dengan cara permainan kedua belah pihak dalam memainkan Gasiang, apalagi beregu, kadang akan terlihat ada salah satu diantara Gasiang tersebut pecah, retak dan lain sebagainya karena di pukul (Ditingkah).


Untuk menentukan pemenang dalam permainan Gasiang ini adalah mereka yang Gasiangnya tahan lama dan yang lebih menentukan lagi adalah mereka yang di tempatkan pada pemukul terakhir, karena disamping pukulan yang bagus Gasiang untuk memukul juga mampu untuk berputar lama dari lawan yang telah di pukul. Jika ini terjadi terus maka merekalah yang menjadi pemenang sampai lawan dengan sendirinya menyerah.


Itu makanya kedua belah pihak menempat orang terbaik pada barisan kedua dan pertama terakhir baik sebagai pemukul maupun di pukul. Sifat dari permainan ini biasanya musiman saja, bukan secara rutin dalam waktu tertentu.

B. SEMALAKON
Bahan:
Hanya menggunakan lapangan terbuka dan biasanya adalah diatas tanah yang diberi lingkaran cukup besar sesuai dengan kesepakatan.

Jumlah dalam permainan:
5 s/d 6 orang peregu, dimainkan oleh anak laki-laki dan ada tingkat remaja.

Cara permainan:
Dalam permainan Semalakon ini membutuhkan tenaga yang ekstra, kecekatan dan keahlian serta kepekaan. Seperti biasa cara menentukan siapa yang akan duluan menjadi pemain ata pemenang, maka di lakukan suit antara ketua dua tim yang akan bertanding. Setelah dapat menentukan regu mana yang akan menjadi penunggu linggkaran, diberikan kesempatan kepada pemenang untuk keluar dari lingkaran supaya jangan ditangkap oleh penunggu lingkaran.


Untuk mendapatkan mereka harus berlari atau mengejar sampai lawan main tersebut ditangkap, setelah di tangkap mereka di ditempatkan di dalam lingkaran dengan menjaga supaya teman nya tidak dapat membantu untuk menyelamatkannya. Sampai lawan dan yang menjaga lingkaran tadi dapat menangkap seluruh lawannya.


Pada sisi lain mereka bisa lolos dari lingkaran apabila teman yang ditangkap tersebut dibantu oleh teman nya yang lain dengan menyambar tangan tanda syahnya mereka keluar dari lingkaran. Ini bisa berlangsung apabila yang diselamatkan tadi para penunggu lingkaran tidak mampu memegang yang akan diselamatkan.


Jika ini terus berlangsung, maka mereka tetap sebagai pemenang, namun apabila yang menunggu lingkaran dapat dan mampu menangkap seluruh lawannya, posisi akan terbalik, yaitu mereka penunggu lingkaran berobah posisi sebagai pemenang, demikian seterusnya.


Dalam permainan Semalakon, di Kepenuhan dilakukan pada malam hari saat terang bulan atau bulan purnama sebagai pengisi waktu luang, khususnya pada malam minggu.

C. TOGAK DINGIN
Bahan :
Hanya menggunakan tiang atau dinding disepakati oleh sesama pemain.

Jumlah dalam pemain:
Tidak ditentukan berapa jumlahnya, namun biasanya paling sedikit 4 atau 5 orang. Bisa dimainkan oleh anak lelaki saja atau perempuan atau penggabungan keduanya.

Cara permainan:
Para pemain tadi melakukan undian, namun biasanya di Kepenuhan menggunakan “Siut” dengan menggunakan jari tangan yaitu jari jempol, Jari telunjuk dan jari kelingking. Apabila orang terakhir dalam siut tersebut kalah maka dialah yang akan menunggu tiang yang telah disediakan. Sedangkan para pemenang yang lain mencari tempat berlindung supaya tidak diketahui atau terlihat oleh penungggu tiang.


Maka permainan pun dimulai, dan orang yang kalah mencoba mencari tempat orang berlindung tadi, apabila dia melihat secara jelas, dia akan menyebut nama bersangkutan sekaligus memegang tiang dengan menyerukan “Togak Dingin”., begitu sterusnya, namun apabila yang kalah tadi kurang lihai, teman berlindung tadi dapat mencapai duluan tiang yang ditunggu, maka yang bersangkutan menyebut togak dingin, maka dengan sendirinya, memenangkan secara individu, ketika akan dilakukan eksekusi penentuan penyebutan nama oleh yang kalah.


Setelah semuanya berkumpul kembali, maka yang kalah menutup mata sambil membelakangi para pemain yang lain. Sedangkan para pemain berbaris dibelakang secara berurutan. Langkah selanjutnya adalah yang kalah akan menyebutkan nama teman-teman yang ada dibelakangnya, jika yang disebut tersebut adalah orang yang dilihatnya duluan maka dia akan menjadi pemenang dan yang disebutkan namanya kembali untuk menjadi orang yang kalah, sebaliknya apabila yang disebutkan itu adalah orang yang duluan memegang kayu, maka dia tetap sebagai orang kalah dan tetap sebagai penunggu kayu, begitu seterusnya sampai permainan usai atas kesepakatan mereka.

D. MAIN YEYE
Bahan:
Gelang karet (Kojai) Gelang karet tersebut dirangkai sesuai dengan kebutuhan dalam permainan ini, kadang mencapai 5 s/d 7 meter.

Jumlah dalam permainan:
4 orang atau dua tim (Pasang) , dalam permainan ini dapat dimainkan oleh anak lelaki atau perempuan atau penggabungan keduanya.

Cara permainan:
Diundi dengan sesama pemain baik perorangan maupun beregu. Setelah tahu siapa yang menang atau yang kalah dalam undian tersebut. Maka yang kalah memegang kedua ujung rantai karet, sedangkan yang menang dalam undian tersebut melompat diatas karet yang diputar oleh mereka kalah dalam undian.


Dalam melakukan permainan ini para pelompat akan terus menang apabila gelang garet tersebut tidak tersentuh. Namun apabila sebaliknya mengakibatkan lompatan terhenti oleh terinjak karet, maka bergantian posisi dengan yang memegang pertama. Dan selanjutnya bergantaian begitu seterusnya, sampai pada ketentuan atau peraturan yang mereka tentukan sendiri.


Untuk memulai permainan ini, di mulai dari melompat batas lutut, pinggang, bahu, telinga, kepala terus terakhir dengan mengacungkan tangan ke atas setinggi mungkin, demikian seterusnya, cara pelompatan dalam permainan ini. Yang dibutuhkan disini adalah kekuatan fisik dan keahlian serta seni meringankan badan dalam melompat, karena tanpa dibantu oleh alat bantu lain sehingga murni dalam pelompatannya.
Para pemain dalam permainan ini adalah kebanyakan dari anak-anak perempuan diperkirakan berumur 6 s/d 15 tahun.


E. MAIN KINGKAT

Bahan:
Batu Pipih
Jumlah dalam permainan:
2 (dua) orang atau lebih, bianya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja, namun kadangkal dimaikan oleh anak laki, atau percampran keduanya, jika dimain secara tim.

Cara permainan:
Diadakan undian siapa yang dulu mulai dalam permainan tersebut. Setelah tahu siapa yang duluan mulai melakukan dari kotak pertama, dengan kaki sebelah sedangkan kaki yang sebelah lagi di angkat sampai pada kotak nomor enam, kaki diletakkan kedua-keduanya selanjutnya diteruskan sampai pada kotak nomor sepuluh.


Sedangkan batu pipih tadi diletakkan dari kotak nomor satu lalu di dorong pakai kaki sampai kotak nomor sepuluh. Setelah sampai batu tersebut ke kotak nomor sepuluh siapa yang duluan. Dialah yang dapat melakukan pengambilan bintang dengan cara badan menghadap atau membelakangi lapangan kingkat tersebut. Siapa yang banyak mendapatkan bintang maka dialah yang menang.

F. MAIN GALAH ATAU MAIN CUP MASUK

Bahan:
Menggunakan lokasi dilapangan atau tempat yang sesuai

Jumlah dalam Permainan:
Tidak ditentukan berapa jumlah pemainnya disesuaikan dengan lebar dan luas lapangan. Biasanya penggabungan anak laki-laki dan perempuan

Cara permainan:
Lokasi yang sudah ditentukan, digaris atau diberi tanda berbentuk persegi panjang, setelah berbentuk persegi panjang lapangan masih di bentuk lagi yaitu dibagi empat. garis pada kiri kanan lapangan permainan cukup menggunakan satu garis. sedangkan garis di ujung, tengah dan pangkal lapangan diberi garis dua, serta garis di tengah juga di garis dua. Gunanya adalah untuk tempat penunggu galah dalam permainan ini.


Tetap menggunakan cara pengundian untuk menentuh siapa yang duluan sebagai pemain dan yang kalah. Yang kalah di tempatkan sebagai posisi menjaga lapangan galah dan berusaha memegang atau menangkap orang yang akan masuk dalam galah, sedangkan yang menang berusaha untuk  bisa masuk dalam galah tanpa dapat ditangkap atau disentuh oleh penunggu galah.


Dalam permainan ini, sama-sama harus mampu dan jeli untuk memenangkan permainan, orang yang telah menang duluan akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak di tempatkan sebagai penunggu galah, dan yang kaiah berisaha pula untuk dapat posisi mereka digantikan oleh orang yang mereka tangkap atau pegang.


Nanum biasanya ketika orang yang menang masuk dalan lapangan permainan menggunakan bahasa “Cuuup Masuk”. Maka permainan di mulai, dan sedangkan batas waktu tidak ditentukan namun tergantung kesepakatan.

G. MAIN TALl OTAN (ROTAN)
Bahan:
Rotan cincin panjang rotan ini disesuaikan dengan kebutuhan atau diperkirakan 4 s/d 5 meter

Jumlah dalam permainan:
5 orang atau lebih secara perorangan atau peregu. Dalam permainan ini percampuran antara anak laki-laki dan perempuan.

Cara permainan:
Kelima pemain atau lebih mengadakan pengundian, namun biasanya orang Kepenuhan dengan menggunakan “siut” secara bersamaan sampai pada akhirnya mendapat mereka yang terakhir pertama dan kedua untuk menjadi pemegang tali rotan sehingga permainan dapat di mulai.
Mereka terus memutar tali rotan yang ada ditangan, sedangkan yang lain melompati tali rotan secara bergantian atau secara bersamaan, jika salah satu diantara pelompat tali rotan tersentuh dan mengakibatkan tali tersebut terhenti oleh yang bersangkutan. Maka mereka bergantian untuk pemegang tali, demikian lah terus menerus permainan berlangsung.


H. MAIN PATUK LELE
Bahan:
Rotan dengan ukuran 50 cm dan dua batang rotan yang berukuran 10 s/d 15 cm, dan menggunakan lobang berbentuk segi tiga.

Jumlah Pemain:
Bisa perorang (2 orang saja) maupun beregu, hanya dimainkan oleh anak lalaki, kadang dimainkan oleh anak perempuan, namun mi jarang ditemukan

Cara Permainan:
Setelah dapat menentukan siapa yang duluan untuk memulal permainan (biasanya menggunakan siut), maka para pelaku permainan patuk Lele mi akan memukul dengan menggunakan rotan panjang ke rotan kecil yang berada dalam lobang sebagus mungkin, sehingga pukulan yang dilakukan mendapat pukulan bagus, dan Iawannya tidak mampu untuk menangkap atau jauh dan lawan, apabila yang nahan (orang yang sedang menunggu rotan kecil dapat menangkap pukulan maka ini akan dihitung. Biasanya terdapat perbedaan hitungan kalau sebelah tangan kanan biasanya hitungannya puluhan dan sebelah kiri ratu kalau kaki ribuan (tetapi ini biasanya tergantung kesepakata sebelum main).


Setelah itu yang nahan akan melemparkan rotan yang berukuran kecil kearah lobang, namun hal itu di jaga oleh pemukul dengan menggunakan rotan panjang yang ia pegang, dengan syarat rotan tidak bisa menyentuh tanah, untuk mendapatkan nilai. Semakin tinggi nilai yang didapatkan, maka dia tetap sebagai pemenang. Cara menghitung nilainya adalah ditentukan dari jarak rotan kecil tadi dan lobang yang ada, semakin jauh pukulan terhadap lemparan lawan yang dipukul, maka semakin tinggi jumlah nilai yaitu dengan menggunakan rotan yang panjang sebagai benda hitungan.


Iawan bisa beralih posisi apabila, pertama lembaran yang dilakukannya kurang dari ukuran pemukul rotan panjang dari lobang, Kedua, Lemparan oleh lawan langsung masuk dalam lobang, namun hal ini jarang ditemukan.


Penghitungan bisa dilakukan pada saat ngamik anak caranya memasukkan anak patuk lele (rotan yang pendek kedalam lobang segi tiga dua pertiga bagian lalu sebagian lagi menonjol keluar, bagian yang menonjol inilah nantinya yang dipukul sehingga anak rotan pendek ini melambung keatas lalu dipukul sejauh mungkin, semakin jauh pukulan maka akan dihitung dengan menggunakan kelipatan rotan panjang tersebut.


Ada juga penghitungan lain yang bisa dilakukan, yaitu pada saat ngamik anak pemain yang menang mampu memukul anak lebih dari satu kali pukulan (dua kali) maka dihitung dengan anak rotan kecil, bila tiga kali maka dihitung dengan kelipatan lidi korek api, kalau empat kali dan seterusnya dengan padi. Ini dihitung dari tempat jatuhnya rotan kecil sampai kelobang segi tiga, tapi dengan catatan tidak boleh kebelakang lobang, harus kedepan.


I. MAIN POKONG
Bahan:
Batu, Papan atau kayu yang dilobangkan sebanyak 10 buah atau 14 buah dibagi dua

Jumlah dalam permainan:
Dua (2 ) orang, hanya dimaikan oleh anak perempuan
Jumlah batu setiap lobang :
5 atau 7buah

Cara permainan:
Pertama diundi siapa yang menang duluan dipersilakan mengambil batu didalam lobang yang ada dihadapannya (lobang yang ada disehelahnya). Maka permainan di mulai. Apabila batu terakhir berada di dalam lobang lawan, maka dia dapat mengambi1 batu yang berada di dalam lobang lawan. Namun apa bila batu terakhir mati di dalam lobang lawan. Maka permainan dilanjutkar oleh lawan atmi gantan dalam permainan untuk memainkan batu dalam pokong.


Permainan ini akan berakhir apahila salah satu dari dua perseteruan ini dapat menghabiskan semua batu di pihak lawannya, atau dapat menghabiskan semua batu dalam pokong.


Pada babak kedua akan kelihatan bahwa pihak lawan akan berkurang jumlah batu atau jumlah pokong yang dimilikinya penuh, namun akan terlihat tidak penuh alias berkurang, contoh. Jumlah pokongnya 7 buah, maka pada babak kedua akan terlihat menjadi 6 kah dia, 5 kah, atau 4. Jika pihak lawan tidak mampu mengembalikan sebagaimana jumlah pokong pertama maka dinyatakan dia kalah.

J. MAIN KUNCANG TABUNG (BUNYIAN TABONG)
Bahan:
Sebuah tabung dari susu kaleng kecil atau kaleng ikan sarden yang kecil dan beberapa buah batu. Kaleng tadi di isi dengan beberapa buah batu sehinga dapat berbunyi dengan ditutup bagian atas tabung.

Jumlah dalam Permainan:
Tidak di tentukan jumlahnya, Namun biasanya 5 atau 7 pemain. Permainan ini khusus untuk anak lelaki,

Cara permainan:
Ditentukan lebih dahulu siapa akan menunggu Kuncang Tabung tersebut, dan biasanya mereka terakhir dari pengundianlah yang akan mendapat tugas. Kemudian permainan di mulai dengan ditandai pelemparan Kuncang Tabung Oleh orang yang menang sekeras mungkin, dengan maksud lemparan tadi betul-betul jauh dari lokasi (permainan ini mirip dengan togak dingin tapi media yang dipakai berbeda yaitu tabung/kaleng).


Dengan pelemparan tersebut orang menang akan mencari tempat bersembunyi, sehingga penunggu Kuncang Tabung tidak dapat menemukan mereka. Tabung yang dilemparkan tadi diambil kembali oleh orang kalah, sambil menempatkan kembali kuncang Tabung pada posisi awal, nyambi mencari orang yaig bersembunyi tadi.


Penunggu Kuncang Tabung berusaha mencari orang yang bersembunyi, jika dapat maka dia akan menyebutkan nama orang ditemukan dan menguncang tabung (Membunyikan tabung) sebagai pertanda ada orang yang ditemukan. Orang yang ditemukan ini akan selamat apabila ada teman sesama pemenang yang belum tertangkap dapat membunyikan tabung dengan mendahulukan penunggu tabung, maka selamatlah dia.


Namun apabila penunggu Kuncang tabung dapat menemukan mereka semua, maka orang yang ditemukan pertama tadilah yang akan mengambil posisi penunggu Kuncang Tabung, dan begitu seterusnya.


K. MAIN SUNAK PADAN
Bahan:
Buluh (bambu) dengan diameter dalamnya biasanya 1/2 cm atau sebesar buah kopadan (sejenis kayu yang mirip sikeduduk), lalu tuas terbuat dari bambu yang diraut sebagai pendorong peluru, buah kopadan sebagai peluru

Jumlah dalam permainan:
Dua (2 ) regu atau perorang, dan dimainkan oleh anak lelaki.

Cara permainan:
Pertama jumlah anggota dibagi dua regu lalu dibuat komandan regunya. Kegiatan ini mirip dengan regu peperangan (combat). Dalam pelaksanaan permainan masing-masing mengatur strategi untuk dapat menyerang lawan dengan menembakkan sunak padan, lawan akan kalah bila masing-masing kena tembakan atau komandan regunya terkena tembakan. Ini dapat dilihat dengan bukti bahwa bajunya masing-masing kena getah anak kopadan tadinya. Biasanya ada sanksi bagi yang kalah berupa menggendong yang menang dan satu tempat kedaerah lainnya atau tergantung kesepakatan sebelum bermain.


L. MAIN DONDOBONG (MERIAM BAMBU)
Bahan:
Bambu diameter 5 -10 cm, tuas (stick) terbuat dari kayu kecil panjang 10 cm, sumbu terbuat dan kain buuk (bekas) lalu minyak tanah.

Jumlah dalam permainan:
Tidak ditentukan dan biasanya individual atau beregu. Ini hanya khusus dimainkan oleh anak lelaki, namun banyak juga orang dewasa yang memainkannya.


Cara permainan:
Permainan ini biasanya dilaksanakan pada malam 27 bulan Ramadhan disetiap daerah di luhak Kepenuhan. Permainan ini dilaksanakan untuk menghiasi atau menyambut kegembiraan karena diyakini pada malam 27 atau malam ganjil akhir Ramadhan sebagai malam Lailatul qadar sehingga untuk memeriahkan dan mensyukurinya dibuatlah permainan oleh anak-nak luhak Kepenuhan.


Permainan ini sudah agak jarang dilaksanakan dikarenakan sulitnya media yang akan dipakai, bambu yang selama ini dipakai sudah jarang didapat. Dulu permainan ini biasanya dilaksnakan serempak setelah selesai buka puasa hari 26 Ramadhan sampai shalat Isya dan dilanjutkan habis tarawih sampai tengah malam.


Permainannya dengan memsukkan sumbu dan minyak kedalam lobang bambu lalu dipancing dengan menggunakan tuas kecil setelah itu ditiup hingga asapnya keluar. Pada akhirnya baru diletuskan mirip dengan meriam yang mengeluarkan suara bergemuruh.

M. MAIN KELERENG
Bahan:
Tiga buah lobang di tanah dan beberapa buah kelerang sebagai alat permainan

Jumlah dalam permainan:
Perorangan dan peregu (bisa dau orang atau lebih tergantung kesepakan dalam memulai permainan ini). Dimainkan oleh anak lelaki.

Cara permainan
Permainan ini bisa menggunakan tiga lobang atau satu lobang baik perorangan maupun beregu.

Tiga Lobang

Dalam permainan kelereng ini menentukan siapa yang duluan memulai ditentukan oleh siapa yang paling dekat melemparkan buah kelerang pada lobang ketiga (jarak antar satu lobang dengan lobang lain tidak ada standarisasinya, hanya diperkirakan memiliki jarak 75 cm s/d 100 m atau lebih, sedangkan besarnya lobang kelereng sebesar kelereng yang di tancapkan ke dalam tanah serta kedalamannya diperkirakan sedalam 1 s/d 1,5 cm).


Permainan ini harus melewati 9 lobang untuk sampai pada lobang yang ke sepuluh untuk menentukan pemenang untuk meningkah / memukul lawan dengan kelereng, sampai nanti pihak lawan dapat memasukkan buah kelerengnya dengan sempurna pada salah satu lobang yang tiga.


Dalam perjalanan ini, untuk menentukan pemenangnya adalah siapa yang cepat dan pandai serta memiliki strategi yang baiklah yang dapat menjadi pemenang, karena untuk dapat melewati ini masing-masing pihak akan berupaya menjegal satu dengan yang lain lawannya untuk sampai pada lubang ke sepuluh.


Jika salah satu dapat sampai pada lubang yang ke sepuluh, maka dia atau merekalah menjadi pemenang. Setelah menjadi pemenang ini dalam perjalanannya dapat dengan baik menahan lawan jangan sampai diantara lawan memasukkan ke salah satu lobang, maka mereka tetap pemenang, namun ada salah satu dan lawan maka permainan diulang kembali sebagaimana pada keterangan terdahulu.


Ada pengecualiaan dalam permainan ini yaitu apabila ada salah satu dari pemenang termasuk ke lobang tanpa sengaja dalam meningkah, maka setelah mereka yang kalah dapat memasukkan kelobang, maka posisinya akan terbalai yaitu yang kalah bisa sebagai pemimpin permainan yang menang tadi bisa pada posisi lawan sehingga mereka dengan berbagai upaya kembali untuk memasukkan kelereng kesalah satu lobang. Begitu setelusnya sampai permainan ini usai. Dalam permainan ini tidak ditentukan limit waktu sampai berapa Jam tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak. Permainan ini berlaku untuk perorangan maupun beregu.

Satu Lobang
Dalam permainan satu lobang ini cara permainan perorangan dan beregunya juga sama untuk memulai dan mengakhiri permainan. Dimulai dari salah satu pada pemain untuk melemparkan kelereng dari lobang yang telah disediakan ke sekitar arena permainan. Untuk melempar ini tidak ada ketentuan untuk memulai, yaitu siapa saja boleh memulai melemparkan kelereng di sekitar arena.


Setelah salah satu melemparkan kelereng maka pihak yang lain mencoba dan berupaya untuk dapat mengenai/meningkah baik jauh maupun dekat terhadap letak kelereng hasil lemparan pertama. Makanya tidak sembarangan melempar kelereng saja tapi diupayakan memiliki strategi sehingga lawan tidak mudah untuk meningkah/mengenai kelereng yang sudah dilemparkan.


Dalam permainan ini sangat seru, karena terjadi kejar mengejar terhadap kelereng satu dengan yang lain. Kadangkala tanpa disadari sudah jauh meninggalkan arena permainan. Untuk menentukan siapa yang memimpin atau pemenang dalam pengejaran tersebut adalah yang dahulu meningkah pihak lawan, maka dialah yang menjadi pemimpian dalam permainan ini.


Setelah mendapatkan pemimpin permainan ini kembali ke lobang untuk memulai permainan. Aturan nya sama saja dengan permaian menggunakan tiga lobang sebagaimana diterangkan di atas.

N. MAIN LEMPA BOM ( LEMPAR BOM)
Bahan :
Plastik
Tanah lembut atau pasir, kadang menggunakan air
Berupa tali pengikat

Jumlah pemain:
Tidak ditentukan berapa jumlahnya dan kadang berkelompok dengan sendirinya dan pemain ini dimainkan oleh anak lelaki saja.

Cara permainannya:
Sebenarnya dalam permainan ini tidak ada ketentuan dalam permainannya. Permainan ini asalnya adalah iseng saja atau diluar aturan yang ada. Karena pada waktu itu kondisi nya pada malam hari, satu dengan yang lainnya saling berkumpul secara berkelompok diantara anak-anak remaja dibawah umur (di perkirakan berumur 6 s/d 10 tahun atau mereka yang masih menduduki sekolah dasar di kepenuhan)


Ketika berkumpul herkelompok inilah ada salah satu diantara teman mereka yang memulai tanpa di sadari melempar sesuatu mengenai salah satu kelompok yang lain, sehingga menjadi pertanyaan siapa yang melemparkan ini kepada mereka. Dengan sendirinya akan terjadi kecurugaan baik terhadap teman mereka sendiri maupun oleh pihak lain, namun biasanya yang melemparkan ini adalah mereka saling kenal satu dengan yang lain.


Dengan demikian akan terjadi pula balasan dari mereka terhadap pihak lain atau teman mereka sendiri sesuai dengan ini bentuk dan isi lemparan yang mengenai mereka. Inilah awalnya permainan lempa bom.


Mengapa namanya lempa bom, ini terinspirasi dari salah satu film pada waktu itu film yang berjudul The Tim. Karena pada saat ini televisi di Kepenuhan bisa dihitung dengan jari ditambahkan lagi kerena saling melempar satu dengan yang lain maka dengan sendirinya mereka menamain permainan ini dengan main bom.


Adapun perlengkapan dari main bom ini adalah dengan menggunakan plastik yang berisi tanah yang lembut atau pasir yang didapat disekitar pasar kota tengah, karena permainan ini terpusat di sekitar pasar. Sehingga berkembang dengan sendirinya permainan bom. Dalam perjalanannya menimbulkan halas membalas satu dengan yang lain, namun seingat penulis tidak meninbulkan perkelahian satu dengan yang lain, hanya sebagai pengisi hiburan pada malam han dan mengisi waktu sebelum tidur.


Untuk lebih menikmati permainan bom, kadang tanah yang telah dibungkus oleh plastik tadi diisi dengan air, dipersiapkan beberapa bungkus plastik oleh masing-msing mereka. Kadang terjadi kejar mengejar satu dengan yang lain untuk melemparkan homnya kepada lawan mereka. Yang terjadi disini adalah kegenbiraan saja dan senang dapat melempar lawan begitu pula sebaliknya.


Permainan bom tidak ditentukan waktunya dan tidak ditentukan berap jumlah satu dengan yang lain, namun dimulai begitu saja dalam arena pasar kota tengah. Dan permainan mi juga tidak ditentukan waktunya, mengakhiranya hanya dengan sendirinya saja, sehingga satu dengan yang berkumpul kembali. Begitulah seterusnya.

N. MAIN LEMPA KOTEH OKOK (LEMPAR KERTAS ROKOK)
Bahan:
Perkarangan atau arena tanah yang luas
Kertas rokok yang sudah dilipat persegi panjang dan telah dilipat dua (sehingga berbentuk persegi tiga ) sebanyak mungkin
Kayu yang berukuran 30 s/d 60 cm, sebagai alat pelempar
Satu buah garis yang memiliki panjang 3 s/d 5 meter dan memiliki satu lingkarang serta memiliki jarat antara garis dengan lingkarang sekitar 10 s/d 15 meter.

Jumlah pemain:
Bisa perorangan dan bisa juga berkelompok atau peregu (kadang-kadang 2 sampai dengan 4 orang) dan dimainkan oleh anak laki-laki.
Cara permainan:
Dalam permainan ini dimulai dengan menentukan jumlah kertas rokok yang akan ditempatkan di lingkaran, setelah dapat kesepakatan satu dengan yang lain, kertas rokok ditempatkan pada sisi garis yang sejajar dengan garis yang telah ditentukan.


Kemudian masing-masing mereka akan melemparkan kayu ke arah garis. Untuk menentukan siapa yang mendapat lemparan pertama dan kedua serta seterusnya adalah siapa yang paling dengat dengan garis atau siapa yang paling banyak mengenai garis maka dialah yang mendapat bagian pertama dan seterusnya untuk melempat kertas rokok.


Dalam pelemparan ini dibutuhkan strategi yang matang dan tenaga yang prima untuk melempar kertas rokok. Apabila pada pelempar pertama dapat mengenai kertas rokok dengan sempurna maka tentu seluruh kertas akan keluar dari lingkaran semua. Apabila terjadi ini maka dialah yang memiliki seluruh hasil lemparan tadi. Karena dalam permainan ini, apabila kertas yang keluar tadi keluar dari lingkaran maka dialah yang memilikinya, namun apabila masih mengenai ganis lingkaran, maka kesempatan kedua atau seterusnya memiliki kesempatan untuk melempar sampai kertas dalam lingkaran keluar dan lingkaran.


Atau sebaliknya tidak satupun yang mengenai kartas rokok didalam lingkaran, maka dimulai lagi untuk melemparkan kayu kearah garis yang telah disediakan. Apabila semua kertas sudah keluar maka satu dengan yang lain menghitung kembali kertas rokok masing-masing untuk memulai permainan. Demikian tata cara permaian lempar kertas rokok ini.


Permainan ini akan dikahiri, apabila kertas rokok salah satu lawan tadi habis atau kalah dalam permainan atau berhenti dengan sendirinya dengan kesepakatan bersama.

P. MAIN LEMPA GASTI (LEMPAR GASTI)
Bahan:
Bola gasti
Satu buah kayu untuk pemukul bola yang memiliki panjang sekitar 30 s/d 40 cm, kadang tidak ditentukan panjangnya, yang penting bisa untuk memukul bola
Arena terbuka dengan persegi lima tempat pos-pos perhentian dalam permainan dan satu tempat regu untuk menunggu giliran memukul


Jumlah pemain:
Dalam permaian mi memakai sisten peregu, kadang jum]ah banyak atau sesuai dengan jumlah dalam sistem permainan. Dan permainan ini dapat dimainkan oleh laki dan perempuan atau percampuran keduanya.

Cara permainan:
Untuk memulai permaian mi dengan slut yaitu menggunakan tiga jari-jari jempol, jari telunjuk dan jan kelingking diantara kaptem masing-masing regu, siapa yang menang dalam slut mi maka regu inilah yang akan memulai permainan serta yang kalah untuk menunggu posisi yang telah ditentukan.


Namun ada beberapa tata cara permainan yang biasa digunakan dan bahkan area yang digunakan bertempat di pasar kota tengah. Adapun tata cara permainannya adalah:


Yang melemparkan bola gasti kearah pemukul adalah orang yang dalam tim, namun yang menjaga dibelakang pemukul adalah pihak lawan


Diberikan tiga kali kesempatan untuk memukul bola apabila sang pemukul ragu menggunakan bola pertama dan kedua serta apabila yang ketiga juga tidak memukul atau tidak mengenai yang bersangkulan harus menyelamatkan diri pada pos pertama, maka pihak lawan akan berupakan menggunakan pola yang lepas tersebut diarah ke tyang gagal memukul, jika mengenai maka secara langsung beralih untuk menungu posisi pos dan yang kalah tadi untuk memukul pula


Apabila berhasil memukul bola sejauh mungkin maka dapat mengitari pos-pos dengan berlari kencang, namun apabila bola yang dipukul dapan disambut dengan baik tanpa menyentuh area, juga akan beralih secara langsung berubah posisi.


Apabila bola yang dipukul tidak dapat disambut atau menyentuh tanah, maka yang bersangkutan meneruskan berlari ke pos berikutnya, begitu seterus pada pukulan secara bergantian dengan cara satu dengan yang lain berupaya untuk dapat melewati masing-masing pos kembali ketempat semula.


Namun apabila dalam permainan tersebut ada salah satu dari tim yang menang terkena lemparan dalam melewati masing-masing pos setelah pemukulan, hukumannya sama yaitu berali posisi.
Demikian tata permain bola gasti ini, dan dalam permainan ini tidak ditentukan batas waktu, tergantung keadaan permainan dan kesepakatan antar dua tim


Q. MAIN POANG (PERANG)
Bahan:
Papan yang telah diolah sedemikian rupa sehingga berbentuk senapan atau pistol atau menggunakan dahan pimpiang (dahan kayu yang banyak terdapat ditepi jalan raya disekitar Kota Tengah atau tempat lainnya). Dahan pimpiang ini juga dibentuk sedemikian rupa dibentuk seperti senjata, karna dahan ini mudah diklipukkan. Atau menggunakan senjta mainan yang ada (dalam hal tidak terlalu banyak menggunakannya, karena keterbatasan kemampuan untuk membelinya pada waktu itu, diperkirakan pada tahun 1980-an).

Jumlah pemain:
Jumlah permaian perang mi ditentukan setelah berkumpul satu dengan yang lain, setelah itu dibagi untuk menjadi dua regu dan didominasi oleh anak lelaki.

Cara permainan:
Setelah ditentukan pembagian regu atau tim, maka masing-masing regu untuk mencari tempat persembunyian sehingga mereka tidak kelihatan satu dengan yang lain, dan biasanya yang digunakan untuk tempat persembunyian ini adalah rumah-rumah masyarakat yang pada waktu itu berdempepatan dan ada beberapa ruang untuk melintas untuk mengintai lawan.


Senjata yang digunakan tersebut tidak menggunakan peluru atau bentuk lainnya, yang digunakan sebagai peluru adalah suara dan mulut masing-masing dari tim, yaitu berbunyi ….tuk….tuk….tuk….tuk….tuk….(namun diucapkan secara cepat dan keras). Ketika nampak musuh duluan yang tanpa dia sadari maka tuk….tuk….tuk….tuk….tuk (seperti bunyi tembakan) maka yang bersangkuta kalah alias mati dan senjatanya dilucuti dan yang bersangkuta dikatakan sebagai sandera. Demikian seterus, sehingga terjadi pertemuan antar dua tim untuk saling menembak dan mengeraskan suar sekerasnya. Yang menang dalam dataran ini adalah siap yang dulu melihat sang lawan atau sekuat sotogang isang, maka mereka sebagai pemenang sampai pada akhir sang komandan saling bertemu untuk menetukan pemenang. Kadang kala bosotolagah (bertengkar) sampai ada yang dikatakan menanga. Kadang dalam botongka tersebut hampir terjadi perkelahian antar dua musuh ini.


Setelah dapat siapa pemenangnya, permainan dimulai lagi dari awal demikian seterusnya dalam permainan poang ini. Mengenai batas waktu juga tidak ditentukan. Permainan ini khusun untuk anak lelaki.

R. MAIN CIIK KALILA WA (TAlK KALILAWAR)
Bahan:
Ciik kalilawa (taik kalilawar), dimana ciik kalilawa ini yang diambil adalah ciik yang kulitnya yang sudah dibersihkan. Ciik kalilawa ini pada tahun 1980-an sampai 1990-an, dimana banyak rumah tua yang telah ditinggalkan oleh penghuni. Namun sekarang ciik kalilawa ini jarang didapatkan karena tidak terdapat lagi rumah tua oleh karena perkembangan daerh kepenuhan.
Menggunakan dua garis, yaitu pertama untuk pelempar ciik kalilawa, diperkirakan sepanjang lebih kurang 2 s/d 3 meter, dan kedua untuk tempat ciik kalilawa yang disejajarkan sesuai dengan jumlah masing-masing lawan. Dan letak dua garis berhadapan dan memiliki jarak sekitar 7 s/d 10 meter.

Jumlah pemain:
Permainan mi dilakukan oleh 2 s/d 5 orang dan dimainkan khusus oleh anak lelaki.

Cara permainan:
Permaianan dimulai dari setelah menentukan jumlah ciik kalilawa untuk masing-masing pemain yang mengikuti, kemudian ciik kalilawa ditempatkan pada garis yang telah ditentukan dan berbaris sejajar sepanjang jumlah yang telah diberikan oleh msing-masing pemain dan diujung kanan dari pelempar ditempatkan satu buah ciik kalilawa yang besar sebagai tanda batas jumlah atau hasil dari pelemparan.


Kemudian untuk memulai permainan dan siapa yang dahulu melakukan pelemparan ditentukan oleh siapa yang paling dekat dengan garis atau mengenai garis yang berlawanan dengan posisi penempatan ciik kalilawa, sedang pelempar kedua dan selanjutnya ditentukan oleh kedekatan dengan garis begitu seterusnya.


Apabila pada pelemparan tersebut mengenai ciik kalilawa yang besar tadi maka, dialah yang memenangkan dan memiliki ciik kalilawa. Dan permainan diulang seperti yang telah disebut. Namun apabila hanya mengenai separoh atau sepertiga dari hasil pelemparan dari ciik kalilawa yang besar, maka dia yang memelikinya dari batas tadi, maka kesempatan berikutnya diberikan pada pelempar berikut untuk berupaya mendapat hasil.


Jika ada yang tersisa maka itu untuk permainan kedua dengan menambah kembali jumlah masing-masing pemain untuk memulai permainan, namun apabila tidak dapat mngenai, masih masih tetap’pada porsi yang ada. Dan permainan ini juga tidak dibatasi oleh waktu, nannin biasanya sampai salah satu atau lain pemain kehabisan stop untuk menambah ciik kalilawa pada permainan berikutnya. Demikian seterusnya.

S. MAIN BUAH MOMPONIANG
Bahan:
Buah momponiang, berupa buah yang berbentuk gasing (namun perbedaannya adalah jika gasing berbentuk lonjong dan memiliki kepala yang digunakan untuk memutarnya, sedangkan buah momponiang hanya memiliki separohnya dan memiliki mata dibawah untuk memutar serta berbentuk separoh dan gasing) sedangkan besar dari buah momponiang ini diperkirakan sebesar mata kelereng, untuk memutarnya menggunakan dua buah jari yaitu telunjuk dan jari manis.


Lokasinya harus berbentuk mengkilat seperti tanah hiat atau diatas matras sehingga dapat untuk di putar.

Jumlah permainan:
Permainan ini boleh dua orang dan boleh beregu, bisanya hanya dimainkan oleh anak lelaki.

Cara permainan:
Permainan memiliki 2 cara:
Sehugai, artinya siapa yang paling lama memutarkan buah momponiang, dialah menjadi pemenang. Dengan menggunakan dua jari yaitu jari telunjuk dan jari manis dengan menempak buah momponiang diantara dua jan tesebut sebagai alat pemutar.


Meningkah, artinya untuk menentukan siapa yang meningkah punya lawan lebih dulu, ditentukan oleh siapa yang paling lama dalam memutarkan buah momponiang. Setelah mendapatkan pemenangnya maka yang kalah menghugai kembali buah momponinag, dengan menghugai tadi pihak pemenang meningkah buah tersebut dengan yang dimiliki kawan tapi juga menggunakan alat yang sama. Untuk menentukan hasil dari menghugai sambil meningkah tadi adalah:


Apabila hasil tingkahan tadi membuat punya lawan tidak dapat berputar maka dia dapat melanjutkan tingkahnya


Pabila hasil tingkah itu masih berputar dan yang menghugai masih berputar dan memiliki sama dalam berhentinya maka dinilai sen. Untuk dataran ini mereka harus mengulang untuk saling menghugai siapa yang paling lama putaran maka kesempatan dia untuk meningkah.
Apabila yang meningkah tidak dapat mengenai buah yang berputar, maka otomatis dia langsung memiliki kesempatan untuk meningkah.


Apabila dalam meningkah tadi yang meningkah kalah dengan sendirinya dalam putaran atau mati seketika, maka kesempatan yang menghugai untuk meningkah.
Demikian seterusnya sampai selesai.
read more →

Kesenian Daerah Luhak Kepenuhan

Group Boudah/Foto: Rohulnews.com
Dalam Adat Luhak Kepenuhan ada beberapa kebudayaan kesenian yang sampai saat ini masih dibudayakan masyarakat tanpa menghilangkan hakikat dari kesenian itu sendiri. Keberadaan berbagai kesenian tersebut sudah turun temurun dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, masyarakat Kepenuhan terus berupaya mempertahankan dan membudayakannya, baik secara individu maupun secara kelembagaan (dikelola oleh tokoh berkopetensi di bidangnya). Adapun berbagai bentuk kesenian itu adalah sebagai berikut.

A. PENCAK SILAT
Pencak silat salah satu seni bela diri yang dimiliki oleh masyarakat Kepenuhan dari dahulu hingga kini. Pada zaman dahulu, pencak silat dipergunakan untuk pertahanan diri dari relawan penjajahan, karena semakin tinggi ilmu ini dikuasai maka orang yang memilikinya lebih dihormati dan disegani. Seni pencak silat daerah ini lebih cenderung pada gerakan fisik yang diiringi dengan tenaga dalam yang mendatangkan sumber tenaga.


Pada saat ini hampir seluruh penduduk Kepenuhan memiliki dasar-dasar ilmu bela diri pencak silat, karena banyak dibuka berbagai tempat untuk menempa ilmu ini. Lebih khususnya pada bulan puasa, setelah melaksanakan sholat tarawih dan witir maka terlihat para pemuda berbondong-bondong menempa diri sebagai prisai diri.


Ada beberapa tingkatan atau tahapan yang harus dilewati orang yang memiliki ilmu seni pencak silat ini yaitu sebagai berikut:


a. Tahap awal adalah pondasi atau dasar persilatan.
Tahap ini dimulai dengan menyampaikan maksud dan tujuan kepada sang guru silat atau dalam bahasa Kepenuhan di sebut dengan monyoahkan diri (menyerahkan diri). Maksudnya adalah menyerahkan diri kepada sang guru untuk dapat diterima dalam perguruan yang dimaksud.
Penyerahan diri sekaligus pembersihan diri adalah dengan niatan menuntut ilmu persilatan hanya karena Allah, bukan karena yang lain. Ini ada kaitannya dengan aktivitas gerakan yang akan diajarkan oleh sang guru.

b. Tahap kedua adalah mengambil bangkik (mengambil tenaga dalam) dengan berbagai persyaratan yang telah ditentukan.
c. Tahap akhir adalah mengambil tamal. Ini adalah tingkatan paling tinggi dalam perguruan.
Pada saat ini, seni bela diri pencak silat, sering ditampilkan dimuka umum, bukan berarti untuk menunjuk keangkuhan atau kebanggaan akan ilmu yang dimliikinya, tapi lebih pada rnemperlihatkan seni gerakan yang dirniliki. Penampilan sni bela diri ini dapat disaksikan pada acara-acara adat, seperti pernikahan, perlimauan, penyambutan tamu kehormatan, dan kegitan lainnya yang masih berhubungan dengan adat.
Mereka yang memiliki kepandaian pencak silat, seperti memakai ilmu padi, semakin benisi semakin merunduk. Mereka tidak angkuh dan sombong, malahan menyarankan kepada masyarakatnya untuk selalu memiliki kemampuan, apalagi ilmu tenaga dalam, tidak semua orang mampu mengusainya.
Keberadaan pencak silat sudah menjadi pakaian keseharian dari masyarakat Kepenuhan Dasarnya adalah agama Islam yang mereka anut. Dengan dasar agama inilah masyarakat Kepenuhan menjadikan kemampuan bela diri ini sebagai alat untuk mempertahan diri.

B. MAULUD / BODIKIE

Keatan maulud atau bodikie ditampilkn pada acara pernikalian, atau moncukua (pemberian nama). Isi kegiatan maulud lebih didefenisikan sebagai pemujian terhadap keagungan Rasulullah SAW. Maulud dibawakan oleh lima atau enam orang. Yang sangat dibutuhkan di sini adalah suara dan kekompakan. Karena maulud tanpa diringi alat musik akan terjadi suara sumbang, maka antara musik yang dilantunkan dengan suara yang mengiringinya adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan.


Waktu yang tepat atau menurut adat patut ditampilkan adalah pada malam hari. Kegiatan maulud memakan waktu yang lama, bahkan sampai pada pagi hari. Kepiawaian akan ilmu ini hanya dimiliki beberapa orang. Oleh karenanya, jika tidak diantisipasi dari sekarang, maka suatu ketika ilmu maulud atau bodikie akan hilang ditelan waktu.


Dari hasil pemantauan di lapangan, sudah ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Datuk dan Mamak Adat, dimana mereka bertanggungjawab atas kelestarian budaya ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengadakan pelatihan atau pengkaderan secara rutin kepada anak kemenakan di Luhak Kepenuhan.

Upaya tersebut tentu tidak dilakukan secara formal saja, namun lebih menitik beratkan kemampuan individu dan kekompakan dalam satu tim. Hal ini dikarenakan kekuatan dan kegiatan maulid atau bodikie ini adalah keterpaduan antara suara dari gondang yang dialunkan.

C. BOUDAH (BERDAH)

Boudah adalah bahasa yang paling akrab di masyarakat kepenuhan dalam mengatakan kesenian berdah. Karena kesenian yang satu ini juga menghandalkan suara lantang dan bagus dengan diiringi dengan alat musik yaitu bobano (gendang mirip dengan kompang di Melayu Kepulauan). Pemainnya bisa mencapai enam atau delapan orang yang kesemuanya memegang bobano dan salalu aktif memukulnya mengikuti syair yang dibacakan. Pergelaran boudah ini dapat disaksikan pada acara pernikahan, moncukua, dan pada acara adat lainnya. Inti dari bacaan syairnya adalah penyanjungan terhadap Rasulullah SAW, atau boleh dikatakan bercerita dalam menggunakan bahasa Arab dengan menggunakan irama tersendiri.

D. BOKOBA
Bokoba adalah kesenian lainnya yang ada di Luhak Kepenuhan. Pemainnya hanya satu orang yang diiringi oleh alat musik sebuah babano sebagai penyedap dan lantunan yang dibunyikan. Pertunjukan kesenian ini dapat dilakukan kapan saja. Inti dari bokoba ini adalah melantunkan cerita rakyat dari berbagai persoalan kehidupan, apakah ekonomi, politik, budaya, sampai terkait dengan masalah percintaan atau jalinan kasih antara muda mudi.


Ceritanya sangat enak didengar serta bermanfaat jika disimak lantunannya. Berbagai kisah dalam ceritanya juga banyak mengundang tawa dan bermuatan nasehat atau pesan-pesan yang sangat bermanfaat. Adapun bahasa yang digunakan adalah bahasa asli orang Kepenuhan.


Sampai saat ini mereka yang dapat melakukan bokoba ini sangat langka. Oleh karenanya, sulit dicari siapa yang akan meneruskan dan kesenian yang elok in Jika hal mi tidak diantisipasi secara dini maka akan musnahlah kesenian yang dibanggakan oleh masyarakat Kepenuhan ini.


Harus diakui memang, kemampuan untuk bokoba tampaknya tidak bisa diajarkan atau di pelajari oleh sembarang orang. Orang yang dapat menguasai bokaba ini sepertinya didukung adanya suatu kekuatan yang datang dengan sendirinya kepada seseorang untuk melakukannya. Ini terlihat dari mereka yang sudah memiliki kemampuan bokoba.

E. OGONG (GONDANG BOROGONG)
Ogong atau gong menurut orang Kepenuhan merupa suatu alat atau jenis kesenian yang memiliki keahlian tersendiri bagi mereka yang memainkannya. Para pemainnya terdiri dari lima orang yang terbagi dalam tiga alat musik yang dimainkan, yaitu satu orang pada gong, dua orang pada gendang atau gondang dan dua orang pada celempong (talempong).


Alat musik ini juga dimainkan oleh wanita, tapi pada umumnya yang memainkan alat calempong. Hal ini dikarenakan, untuk dapat memainkan alat musik ini seseorang harus memiliki ketekunan serta kemampuan tersendiri untuk memainkannya. Alat musik ogong dimainkan untuk menginingi pencak silat. Kesenian Kepenuhan ini juga ditampilkan pada acara pernikahan atau pada acara adat lainnya.
read more →

Rumah Adat dan balai Adat Luhak Kepenuhan

Balat Adat Luhak Kepenuhan
Ada beberapa pembagian dalam memahami Rumah Adat di Luhak Kepenuhan. Setelah dilakukan penelitian ulang secara seksama, didapat data otentik yang menjelaskan bahwa Rumah Adat memiliki beberapa jenis ayitu:

1. Rumah Adat
2. Rumah Adat Pernikahan
3. Rumah Godang Pesukuan
4. Rumah Godang Induk Pesukuan


dengan demikian, Balai Adat terpisah dari Rumah Adat karena memiliki fungsi yang berbeda. Di bawah ini akan diterangkan tentang pengertian, makna, serta fungsi dari beberapa tempat dipergunakan oleh adat di Luhak Kepenuhan.

A. RUMAH ADAT
Dalam mewujudkan suatu tatanan nilai yang dapat dibangi dalam adat, tentunya dibutuhkan suatu wadah yang dapat akan sebagai prasana mewujudkan tatanan nilai, yaitu berupa tempat. Selama ini, para pejabat adat melakukan pertemuan keadatan atas kesepakatan bersama atau yang dipercayakan sebagai penyelenggara kegiatan di rumah yang bersangkutan atau di gedung pertemuan kecamatan maupun di tempat lainnya.


Dalam pertemuan tersebut, yang hadir adalah para petinggi Luhak Kepenuhan. Kegiatan ini terus berlangsung hingga akhirnya, atas kerja keras dan usaha yang maksimal, maka lahir kesepakatan untuk mendirikan bangunan permanen sebagai tempat berembuk.


Setelah menunggu berapa lama, masyarakat Kepenuhan boleh berbangga, karena pada saat ini telah berdiri sebuah tempat yang dinamakan penduduk setempat dengan Rumah Adat Luhak Kepenuhan. Rumah Adat tersebut berdiri di atas tanah seluas satu hektare di RW VI, Tanah Lapang Kota Tengah, Kelurah Kepenuhan Tengah, Kecamatan Kepenuhan.


Pendirian Rumah Adat tersebut adalah atas inisiatif datuk-datuk dan Mamak Adat, Dengan adanya Rumah Adat diharap dapat menjadi tempat merembukkan segala sesuatu tentang adat karena keberadaan Adat Luhak Kepenuhan sudah mulai sedikit memudar. Dengan begitu perlu semangat yang kuat untuk membangkitkan batang yang torondam. Dengan kehadiran Rumah Adat tersebut tirlihat kemeriahan dan eksistensi adat, karena dapat difungsikan dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan keadatan.


Adapun pengertian Rumah Adat adalah tempat para pejabat adat bersidang atau menyelesaikan masalah keadatan dalam mencari, memformulasikan, atau merumuskan segala sesuatu untuk kemaslahatan Adat di Luhak Kepenuhan.


Untuk itu, dalam menciptakan suasana dan kondisi yang lebih kondusif, Rumah Adat memiliki beberapa ruang yang disesuaikan dengan tingkat persidangan yang dilakukan dalam membicarakan Adat Luhak Kepenuhan. Adapun bebera ruangan tersebut adalah sebagai herikut.

1. Ruang Ompek Bosa Di Balai
Ruangan Ompek Bosa di Bulai adalah tempat empat suku melakukan pertemuan rutin, yaitu Suku Melayu, Suku Moniliang, Suku Kandang Kopuh, dan Suku Pungkuik. Disini juga dijadikan tempat bersidang, yakni dalam ruang yang telah disedikan. Dalam pertemuan Ompek Bosa di Balai selalu mengedepankan kemaslahatan anak kemenakan dengan berpedoman kepada aturan adat yang empat sebagai rujukan utamanya, bukan logika yang menjadi pertimbar utama.

2. Ruang Suku Nan Tujuh
Ruang Suku Nan Tujuh memiliki ruangan yang cukup luas. Hal ini dikarenakan ada tujuh suku yang melakukan pertemuan di ruangan tersebut, yaitu Suku Melayu, Suku moniliang, Suku Kandang Kopuh, Suku Pungkuik, Suku Mais, Suku Kuti, dan Suku Ampu.

3. Ruang Tigo Piak
Adapun yang termasuk dalam suku Tigo Piak adalah Suku Bangsawan, Suku Anak Raja, dan Suku Nan Soatuih. Di sini merupakan pengejawantahan dari keluarga kerajaan di Kepenuhan berdasarkan keputusan Musyawarah Besar tahun 1968.


4. Ruang Utama
Ruang utama berada pada pintu utama Rumah Adat. Ruangan ini dipergunakan sebagai multi fungsi, khususnya bagi acara keadatan di Luhak Kepenuhan. Di dalam ruangan utama ini sering dilakukan berbagai kegiatan, baik oleh Ompek Bosa di Balai, Suku Nan Tujuh maupun Tigo Piak, serta suku lainnya yang ada di Luhak Kepenuhan.

5. Ruang Museum
Ruangan museum merupakan ruangan tempat menyimpan berbagai peninggalan sejarah di luhak Kepenuhan. Di dalam museum ini dapat dijumpai benda-benda bersejarah, seperti pakaian adat, dan sebagainya. Dari museum ini diharapkan seluruh masyarakat dapat mengetahui dan mengerti sejarah dan perjalanan adat di Luhak Kepenuhan. Bagaimanapun pelestarian peninggalan bersejarah merupakan hal yang harus ditingkatkan, karena masih banyak yang harus dibenahi secara baik dengan adanya meseum rersebut.

6. Ruang Sekretariat
Rumah adat ini juga dilengkapi dengan ruangan sekretariat sebagai tempat para pegawai yang ditunjuk lembaga membantu para pejabat adat dalam menjalankan tugasnya. Secara resmi Rumah Adat ini dipergunakan oleh Lembaga Kerapatan Adat Luhak Kepenuhan pada Bulan Agustus 1998, setelah Bupati KDH TK II Kampar, Bapak Beng Sabli, meresmikan sekaligus pelantikan beliau sebagai pejabat adat dengan Gelar Datuk Sri Maha Rajo.


Kegiatan peresmian lembaga dan pelantikan pejabat adat tersebut dilaksanakan secara adat dengan sangat meriah. Seluruh anak kemenakan diundang untuk hadir pada acara yang amat penting tersebut. Acaranya berlangsung selama tiga hari tiga malam berturut-turut, serta dimeriahkan dengan kegiatan seperti seminar adat, bokoba, maulud, ogong dan kesenian daerah lainya.


Hal ini menunjukkan bahwa semua pihak, mulai dari pucuk suku sampai anak kemenakan punya andil untuk menciptakan suatu tatanan nilai yang selama ini mereka harapkan. Jadi, untuk menciptakan adat yang dapat menyejukkan semua anak kemenakan tidaklah begitu sulit untuk ditegakkan, jika semua pihak mau bersatu. Dengan adanya Rumah Adat di Luhak, Kepenuhan, hal tersebut tentu memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Kepenuhan.
Di samping berbagai ruangan yang disebutkan di atas, Rumah Adat memiliki:

 Satu pintu utama dan satu pintu belakang,
 Lima pintu ruangan,
 Enam jendela bagian depan dan enam jendela bagian belakang,
 Dua jendela untuk masing-masing sisi kiri dan kanan, serta
 Tangga dengan jumlah lima anak tangga.

Masing-masing yang telah disebutkan memiliki pengertia dan makna. Misalnya, enam jendela yang ada pada Rumah Ada melambangkan Rukun Iman, sedangkan lima anak tangga padanya melambangkan Iukun Islam.

B. RUMAH ADAT PERNIKAHAN
Rumah Adat merupakan lambang pemersatu dari suku nan depuluh di Luhak Kepenuhan dalam menjalankan roda keadatan. Selain itu, Rumah Adat juga berupakan barometer aktivitas keseharian di Luhak Kepenuhan. Begitu pula dengan Rumah Adat Pernikahan.


Yang dimaksud dengan Rumah Adat Pernikahan adalah tempat dimana seorang suami harus dan berkewajiban menyediakan tempat tinggal keluarganya setelah mereka menikah. Keberadaan Rumah Adat Pernikahan diwajibkan oleh Lembaga Kerapatn Adat untuk disediakan sang suami untuk tempat tinggal mereka sekeluarga Oleh Lembaga Kerapatan Adat ditetapkan bahwa selama tiga tahun seorang suami harus sudai mendirikan rumah layak huni, sebelum mampu mendirikan rumah idaman.


Adapun ketentuan atau persyaratan yang diberikan oleh Lembaga Kerapatan Adat kepada sang suami adalah


1. Beratapkan pelepah kayu/daun
2. Berdidingkan lawak
3. Berlantaikan Papan.


Ini merupakan syarat yang paling rendah yang diberikan oleh Lembaga Kerapatan Adat Luhak Kepenuhan. Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari ketetapan Lembaga Kerapatan Adat tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut.


1. Keluarga yang baru menikah dapat menjalankan hidupnya secara mandiri.
2. Menciptakan suatu kemandirian agar bendiri di atas kaki sendiri.
3. Supaya lebih mampu menata dan merencanakan hidup dan kehidupan keluarga itu ke depan


Persyaratan tersebut merupakan persyaratan paling rendah, bukan berarti tidak boleh sang suami mendirikan rumah yang lebih baik daripada yang sudah ditetapkan Lembaga Kerapatan Adat. Hal ini dimaksudkan bahwa datuk dan mamak adat sangat memperhatikan kemampuan anak kemenakannya.

C. RUMAH GODANG PESUKUAN
Rumah Godang Pesukuan adalah rumah yang diperuntukkan bagi setiap suku di Luhak Kepenuhan. Fungsi dan manfaatnya sama dengan Rumah adat, namun bedanya tidak memiliki ruang lain selain ruang utama tempat para mamak/pajabat adat dalam suku beserta anak kemenakan membicarakan beberapa agenda atau untuk pertemuan rutin bersama masing-masing suku.


Sampai saat ini, Rumah Godang Pesukuan di Luhak kepenuhan masih mengguanakan Rumah Adat atau Rumah dari mamak atau datuk adapt. Hal ini memang agak ganjil, namun itulah yang akan ditemui ditengah masyarakat Kepenuhan. Kendati demikian, tentu tidak  seluruhnya berpandangan sama, ada juga yang tetap menggunakan Rumah Adat untuk membicarakan adapt.


D. RUMAH GODANG INDUK PESUKUAN
Rumah Godang Induk Pesukuan adalah rumah yang dibangun atau didirikan oleh anak kemenakan dalam induk masing-masing suku di Luhak Kepenuhan. Rumah tersebut dimaksudkan sebagai tempat untuk membicarakan segala sesuatu yang dianggap penting dalam induk tersebut.


Untuk sementara, pertemuan para induk masing-masing suku masih ditempatkan secara bergiliran mulai dari rumah induk, mato buah poik, sampai ke rumah anak kemenakan. Ini dapat menjadi upaya mensosialisasikan adapt serta menambah erat rasa kekelaurgaan dalam induk, terlebih lagi bagi semua suku di Luhak Kepenuhan.

E. BALAI ADAT
Adapun pengertian Balai Adat di Luhak Kepenuhan adalah suatu tempat yang dipergunakan khusus untuk bersidang dalam menyelesaikan perkara di dalam tubuh adat maupun hal-hal yang terkait dengan kesukuan dan anak kemenakan.


Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa Balai Adat sangat berbeda dengan Rumah Adat. pemahaman ini sebenarnya hanya diketahui oleh beberapa induk atau datuk dan beberapa anak kemenakan di Luhak Kepenuhan. Untuk itu dibutuhkan adanya sosialisasi yang berkesinambungan untuk masa yang akan datang.
read more →

Kue Khas Luhak Kepenuhan

Kue Sampan/Foto: Int
Kue asli masyarakat Kepenuhan merupakan bagian dari salah satu masakan khas nusantara. Sayangnya, kebanyakan kue asal Kepenuhan sudah banyak tidak diketahui cara pembuatan dan penyajiannya. Kini di tengah masyarakat Kepenuhan hanya terdapat beberapa orang saja yang dapat melakukannya.

Oleh karenanya, untuk mengantisipasi akan kehilangan kue khas Kepenuhan ini, penuhis mencoba mendokumentasikannya secara baik. Walaupun di sana sini masih banyak terdapat kekurangan, namun apa yang tersaji dalam buku ini semoga saja dapat mewakili dari keseluruhan yang menjadi ciri khas kue asli masyarakat Kepenuhan.
Dari berbagai kue khas Kepenuhan, hingga kini sebagian masih bisa didapatkan setiap hari pasar di Kota Tengah, Kelurahan Kepenuhan Tengah, Kecamatan Kepenuhan. Apalagi pada hari kamis di setiap minggunya, kue khas Kepenuhan mudah diperoleh dan bisa dinikmati berbagai cita rasanya sesuai selera. Yang lebih menggembirakan lagi harganya pun dapat terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat.
Apalagi pada bulan puasa, kue khas Kepenuhan yang sangat beragam lebih mudah lagi didapatkan. Bukannya terdapat perbedaan dalam penyajiannya, namun hal tersebut sudah menjadi kebiasaan dalam menyemarakkan bulan puasa di tengah masyarakat Kepenuhan. Selain dalam bulan puasa, kue khas Kepenuhan juga sering disajikan di saat perayaan adat.
Begitu khasnya kue Kepenuhan, layaknya seperti kue khas di daerah lainnya, ia juga selalu dirindukan oleh putra putri Kepenuhan untuk menikmatinya. Bagi putra putri Kepenuhan yang merantau keluar daerah, masa pulang kampung menjadi kesempatan yang dinanti-nanti untuk dapat menikmati kue khas tanah kelahirannya
Oleh karenanya, untuk menjaga keberadaannya, penulis berupaya menginventarisir secara utuh dari berbagai sumber untuk mendapatkan berbagai data tentang kue-kue khas Kepenuhan, dan menyajikannya dalam buku ini. Dengan adanya terkandung dalam buku ini, penulis berharap ada dari generasi muda atau siapa saja yang mempertahankan kue khas Kepenuhan dengan sempurna. Adapun di antara jenis-jenis kue khas Kepenuhan tersebut dapat dilihat pada paparan sebagai berikut.

A. BEKANG

Bahan-bahan membuat bekang:
1.    1 cupak (1 1/2 kilogram) beras dijadikan tepung
2.    1 kilogram gula merah (gula aren)
3.    Kapur sirih kira-kira sebesar ibu jari
4.    2 butir kelapa
5.    Daun pandan 3 helai
6.    Vanile 2 bungkus
7.    Garam secukupnya

Cara memasaknya:
1.    Parut kelapa dan ambil santannya.
2.    Sebagian santan dipergunakan untuk mengaduk tepung dan yang lainnya untuk memasak gula
3.    Tepung diaduk dengan air santan dan ditambahkan dengan kapur sirih dan garam
4.    Setelah rata, kemudian dituangkan sedikit demi sedikit di atas kuali yang sudah dipanaskan
5.    Gula merah ditambahkan santan, daun pandan, vanile, dan garam dimasak sambil diaduk-aduk
6.    Kemudian masukkan bahan yang dipotong-potong tadi ke dalamnya.
7.    Setelah mendidih lalu diangkat
Bekang adalahjenis makanan yang biasanya dihidangkan pada saat monuga padi di ladang.

B. BIJAN
Bahan-bahan membuat bijan:
1.    1 kilogram beras pulut hitam dijadikan tepung
2.    1 kilogram gula enau atau gula merah
3.    3 buah kelapa muda diparut untuk intinya
4.    1 ons bijan putih
5.    Kayu manis ditambah buah pala, cengkeh, daun pandan, dan garam secukupnya
6.    Minyak goreng

Cara memasakny:
1.    Buat inti: masak gula ditambah sedikit air, tambahkan kelapa, kayu manis, cengkeh, buah pala, daun pandan, garam secukupnya, dan diaduk hingga rata.
2.    Tepung diberi sedikit air dan diaduk, pandannya bisa dibentuk bulat-bulat lalu dimasukkan inti yang telah jadi tersebut ke dalamnya.
3.    Paduan yang sudah dibentuk tadi lalu dimasukkan ke dalam bijan dan melumurinya sampai rata
4.    Lalu digoreng, setelah matang diangkat dan dihidangkan


C. BOAJIK
Bahan-bahan membuat boajik:
1.    1 cupak (1 1/2 kilogram) beras pulut
2.    2 1/2 gula merah campur gula pasir
3.    6 buah kelapa
4.    Daun pandan
5.    Sedikit garam

Cara memasaknya:
1.    Pulut direndam lalu dikukus sampai masak kemudian didinginkan
2.    Kelapa diparut dan diambil santannya, kemudian dimasak sampai jadi minyak selanjutnya tambahahkan gula serta diaduk-aduk sampai menyatu dan siap untuk diangkat

Hidangan: Hari Raya...!


D. BUAH MOLAKO KOPAK IUBAN
Bahan-bahan membuat buah molako kopak/uban:
1.    Tepung pulut
2.    Kelapa
3.    Gula enau
4.    Garam

Cara memasaknya:
1.    Air putih dididihkan
2.    Buat adonan tepung pulut
3.    Gula enua diiris-iris agak halus
4.    Adonan tepung pulut kemudian dibulatkan dan tengahnya diisi gula merah (gula enau) yang sudah diiris
5.    Kemudian dibentuk lagi hingga bulat
6.    Setelah itu dimasukkan dalam air yang sudah mendidih
7.    Apabila sudah terapung maka hal tersebut pertanda ia sudah masak dan harus diangkat kemudian dikeringkan
8.    Kue yang sudah dikeringkan selanjutnya dimasukkan ke dalam piring
9.    Kemudian ditaburkan kelapa yang sudah dicampur sedikit garam
10.    Kue molako kopak siap disajikan.
E. BUBUA KACANG

Bahan-bahan membuat bubua kacang:
1.    Kacang hijau 1/2 kilogram
2.    1 butir kelapa
3.    Gula merah 1/2 kilogram
4.    Daun pandan secukupnya
5.    Vanile 2 bungkus
6.     Garam

Cara memasaknya:
1.    Kacang hijau direbus sampai kembang
2.    Kelapa diparut, lalu dibuat santan
3.    Masak gula merah dengan santan sampai mendidih
4.    Lalu masukkan kacang yang sudah direbus, selanjutnya tambahkan daun pandan, vanile, dan garam secukupnya
5.    Setelah matang kemudian diangkat dan siap untuk disajikan


F. BUBUA KUCONG
Bahan-bahan membuat bubua kucong:
1.    1 kilogram beras
2.    1 kilogram gula enau dan ditambah gula pasir
3.    1 buah kelapa
4.    5 helai daun pandan
5.    Daun pisang

Cara memasaknya:
1.    Beras ditumbuk sampai halus hingga menjadi tepung
2.    Kelapa diparut lalu diambil santannya secukupnya
3.    Santan kelapa dicampur dengan gula enau ditambah gula pasir dan daun pandan, selanjutnya dituangkan ke dalam kuali lalu dimasak sampai mendidih
4.    Tepung diaduk dengan air secukupnya
5.    Setelah santan mendidih, tepung yang diaduk tadi dimasak ke dalam kuali yang di dalamnya santan mendidih
6.    Setelah matang diangkat, lalu dibungkus kecil-kecil dengan daun, selanjutriya dikukus
7.    Setelah matang diangkat lalu dihidangkan.


G. BUBUA LOMAK

Bahan-bahan membuat bubua lomak:
1.    Tepung beras/tepung gandum
2.    Santan temuli (santan kelapa yang ditanak ditambah dengan gula pasir dan gula merah serta vanile, cengkeh, dan kulit manis)

Cara memasaknya:
Tepung diaduk dengan air lalu dimasak ke atas api. Setelah agak keras lalu diangkat dan masukkan ke dalam baskom kecil. Buat temulinya, santan dimasak hingga mengeluarkan taik minyak lalu masukkan gula pasir, gula merah, vanile, cengkeh, dan kulit manis. Setelah masak lalu diangkat dan masukkan ke dalam tempatnya.
Ambil piring kecil lalu masukkan bubur tadi ke dalam piring tersebut, kemudian tambahkan santan temuli dan siap untuk disantap.


H. BUBUA MUDO

Bahan-bahan membuat bubua mudo:
1.    1 cupak (1 ½ kilogram) beras
2.    5 buah kelapa
3.    1 ½ kilogram gula merah
4.    Daun pandan ditamhah 4 bungkus vanile

Cara memasaknya:
1.    Beras direndam, tiriskan lalu ditumbuk menjadi tepung.
2.    Parutan kelapa diambil santannya
3.    Gula merah dimasak dengan ditambahkan sedikit air
4.    Tepung bersama air gula diaduk dan ditambahkan santan, daun pandan, dan vanile
5.    Lalu adonan tadi dimasak dalam kuali
6.    Setelah adonan dimasak ke dalam talam/loyang
7.    Sebelum dihidangkan ia dipotong-potong dan masukkan ke piring

I. BUTU KACANG
Bahan-bahan membuat butu kacang:
1.    Kacang hijau
2.    Gula pasir
3.    Vanile

Cara memasaknya:
1.    Kacang hijau direndang sampai kuning (harum)
2.    Rendam sebentar lalu keringkan
3.    Tumbuk sampai halus menjadi tepung
4.    Campurkan dengan gula dan vanile kemudian diaduk sampai rata
5.    Masukkan dalam cetakan, lalu dijemur sebentar sampai kering
6.    Masakan siap untuk disajikan


J. GOLANG
Bahan-bahan membuat golang:
1.    Beras pulut
2.    Minyak goreng
3.    Gula enau atau gula merah
4.    Garam

Cara memasaknya:
1.    Beras pulut ditumbuk sampai halus menjadi tepung
2.    Tepung dimasukkan ke dalam sebuah tempat, lalu diaduk dengan sedikit air hingga bisa dibentuk
3.    Lalu dibentuk menjadi kecil-kecil seperti gelang lalu digoreng hingga matang dan diangkat
4.    Masakkan gula merah dicampur air di dalam kuali hingga agak kental
5.    Masukkan kue gelang tadi ke dalam kuali dan diaduk sampai kering, kemudian diangkat dan siap disajikan


K. GULO TAlK (GULA DODOL)
Bahan-bahan membuat gulo talk (gula dodol):
1.    50 batang tebu

Cara memasaknya:
Tebu dikupas, dibersihkan, kemudian dipotong sepanjang 1 hasta dan diambil airnya. Airnya dimasukkan ke dalam kuali yang agak besar dan dimasak hingga menjadi manisan kental. Setelah itu sediakan talam, letakkan daun di atasnya, dan masukkan manisan ke dalam talam tersehut, biarkan sampai dingin. Jika sudah dingin, baru dipotong persegi empat dan siap untuk disaiikan.


L. ITAK
Bahanbahan membuat itak:
1.    1 cupak (1 ½ kilogram) beras pulut
2.    4 kilogram gula merah ditambah gula pasir
3.    1 ½ buah kelapa
4.    Sedikit garam
5.    Air

Cara memasaknya:
1.    Pulut direndam dan disaring lalu ditumbuk menjadi tepung
2.    Kelapa diparut untuk diambil santannya kemudian dimasak menjadi tanak minyak.
3.    Tepung ditambah air dan dicampur dengan gula lalu dimasukkan ke dalam tanak mm yak tadi kemudian terus diaduk sampai masak
4.    Cara mengeahui masak atau belumnya, masukkan daun pisang ke dalam adonan, jika tidak lengket di daun pisang berarti adonan telah masak, begitu juga sebaliknya
5.    Siap untuk disajikan

Biasanya disajikan untuk han raya. . . !


M. KELAMAI MATAH

Bahan-bahan membuat kelamai matah:
1.    1 cupak (1 ½ kilogram) beras pulut
2.    3 tekong beras
3.     2 ½ kilogram gula pasir campur gula merah
4.    6 buah kelapa diparut dan diambil santannya
5.    Vanile secukupnya
6.    Garam secukupnya

Cara memasaknya:
1.    Beras direndam dan ditiriskan lalu ditumbuk, diayak, serta dijemur sebentar baru kemudian direndang sampai agak menguning
2.    Santan kelapa dimasak sampai jadi cirik mm yak kemudian masukkan gula lalu masukkan tepung dengan berlahan-lahan sambil diaduk sampai rata

Disajikan saat hari raya dan bisa sebagai oleh-oleh


N. KOLAK PISANG

Bahan-bahan membuat kolak pisang:
1.    1 Sisir pisang jangki/pisang tuntong
2.    1 Butir Kelapa
3.    ½ kilogram gula merah
4.    Daun Pandan secukupnya.
5.    Vanile 2 bungkus
6.    Garam secukupnya
Cara memasaknya:
1.    Pisang dikupas lalu dipotong-potong secara miring
2.    Kelapa diparut dan diambil santannya
3.    Masak gula merah dengan santan sampai mendidih
4.    Lalu masukkan pisang ditambah daun pandan, vanile, dan garam secukupnya
5.    Setelah pisangnya matang lalu diangkat

Biasanya niakanan ini dihidangkan saat berbuka puasa...!.



O. KOLAK UBI
Bahan-bahan membuat kolak ubi:
1.    Ubi kayu 1 kilogram
2.    Gula merah ½ kilogram
3.    1 butir kelapa
4.    Vanile 2 bungkus
5.    Garam secukupnya

Cara memasaknya:
1.    Ubi dikupas, dibersihkan, dan diiris halus-halus
2.    Kelapa diparut dan diambil santannya
3.    Masak gula merah dengan santan sampai mendidih
4.    Masukkan ubi, tambahkan daun pandan, vanile dan garam secukupnya
5.    Setelah ubi matang lalu diangkat dan dihidangkan.

P. KOSIDAH

Bahan-bahan membuat kosidah:
1.    ½ kilogram tepung gandum (terigu)
2.    3 ons gula enau (gula merah)
3.    1 buah kelapa
4.    11 ons bawang merah
5.    Minyak goreng secukupnya

Cara memasaknya:
Tepung diayak, masukkan ke dalam kuali. Begitu juga dengan kelapa yang sudah diparut, diambil santannya dan masukkan ke dalam kuali. Selanjutnya tambahkan gula, sedikit garam dan bawang merah iris yang sudah digoreng. Campuran berbagai bahan tersebut kemudian dirmasak hingga matang. Setelah matang masukkan ke dalam piring dan dibentuk seperti bunga apa saja yang dianggap bisa.


Q. LIMPIANG BaKA PISANG SIAWAK
Bahan-bahan meinbuat limpiang baka pisang siawak:
1.    Pisang serawak yang sudah masak
2.    Tepung beras putih secukupnya
3.    ½ buah kelapa parut
4.    Garam secukupnya
5.    Daun pisang secukupnya


Cara memasaknya:
Pisang dihaluskan, masukkan kelapa, tambahkan garam dan aduk hinga rata kemudian dimasak di dalam kuali besi yang dialas oleh daun pisang. Selanjutnya masukkan adonan dan ditutup lagi dengan daun pisang. Di atas daun pisang penutup adonan tcrsebut diletakkan benda yang agak berat untuk menekannya.
Ketika sudah beraroma harum dan dianggap masak kemudian siap untuk dihidangkan.

Disajikan untuk hidangan di sore hari...!


R. LOMANG BULUH

Bahan-bahan membuat lomang buluh:
1.    2 cupak beras pulut
2.    Bambu
3.    Kelapa 2 buah
4.    Daun pisang
5.    Garam secukupnya

Cara memasaknya:
Pulut direndam sekitar tiga jam, setelah itu dikeringkan. Kelapa yang sudah diparut, diambil santannya. Masukkan daun pisang dengan membentuk digulung ke dalam bambu yang sudah dibersihkan. Kemudian masukkan pulut ke dalamnya. Selanjutnya buat api unggun dengan formasi atau bentuk memanjang. Setelah kayunya menjadi bara baru sandarkan bambu yang berisi pulut tadi pada sandaran kayu yang telah disediakan. Pada tahap berikutnya, posisi bambu dibolak-balik agar semua bagian terpanaskan sehingga matangnya merata. Ketika sudah masak baru diangkat, didinginkan, dan dipotong-potong.
Enak disajikan dengan rendang rusa
Hooi no tanggung lomaknyo do! Cubolah suk yoo. . . . !
S. LOMANG PANGGANG
Bahan-bahan membuat lomang panggang:
1.    Pulut
2.    Kelapa
3.    Gula merah
4.    Daun pandan
5.    Congkeh
6.    Buah pala
7.    Kulit manis
8.    Daun pisang dilayukan dengan didiang

Cara memasaknya:
Pulut dikukus, kelapa diparut, lalu masukkan ke dalam kuali. Gula merah dimasukkan dengan memberikan sedikit air. kemudian masukkan daun pandan beserta cengkeh, dan kulit manis sambil diaduk-aduk sampai kering.
Setelah itu, masukkan pulut ke dalam daun, masukkan inti di tengahnya, bungkus berbentuk bulat. Selanjutnya diletakkan minyak goreng ke dalam kuali dan ietakkan di atas api yang agak kecil. Setelah dikira-kira matang maka dapat langsung disajikan.


T. POLITO DAUN
Bahan-bahan membuat polito daun:
1.    Tepung beras
2.    Daun pisang
3.    Gula pasir Santan
4.    Garam


Cara memasaknya:
1.    Hasil perasan parutan kelapa yang pertama (santan pati) dipisahkan
2.    Hasil perasan parutan kelapa yang kedua digunakan untuk mengaduk tepung sampi agak kental.
3.    Daun pisang dilayukan di atas perapian, sehingga mendatangkan aroma harum
4.    Kemudian daun pisang dibentuk sedemikian rupa, dan dimasukkan dalam cetakan
5.    Tahap berikutnya ditaburkan gula, sedangkan tepung beras yang sudah diaduk dimasukkan ke dalam dandang untuk dikukus
6.    Setelah agak keras baru dimasukkan san tan pati dengan ditambahkan garam secukupnya dan dibiarkan sampai matang
7.    Siap disajikan


U. SAGU LIPEK
Bahan-bahan membuat sagu lipek:
1.    Pulut hitam
2.    Kelapa
3.    Gula pasir atau gula enau
4.    Garam

Cara memasaknya:
1.    Beras dijadikan tepung
2.    Kelapa dan gula enau dijadikan inti
3.    Tepung pulut tadi disiram dengan air secukupnya
4.    Kuali dipanaskan, setelah itu masukkan tepung yang sudah dicairkan tadi seperti memasak dadar
5.    Setelah itu masukkan inti ke dalam dadar tepung yang bundar lalu dibentuk sesuai dengan selera
6.    Siap disajikan

V. SAMPAN

Bahan-bahan membuat sampan:
1.    1 cupak ( 1 ½ kilogram) beras pulut hitam dijadikan tepung
2.    1 kilogram gula aren
3.    3 buah kelapa muda diparut untuk intinya
4.    1 buah kelapa diambil pati santannya
5.    Gula pasir secukupnya
6.    Garam secukupnya
7.    Kayu manis secukupnya
8.    Cengkeh secukupnya
9.    Buah pala secukupnya
10.    Daun pandan secukupnya
11.    Daun pisang dilayukan dan dibentuk menyerupai sampan kecil-kecil

Cara memasaknya:
1.    Buat inti dengan memasak gula diberi sedikit air, ditambahkan parutan kelapa, kayu manis, cengkeh, buah pala, daun pandan, dan diaduk hingga rata menjadi inti
2.    Tepung diberi sedikit air dan diaduk menjadi adonan
3.    Adonan tersebut kemudian dibentuk bulat panjang lalu masukkan inti ke dalamnya
4.    Adonan yang telah dibentuk tadi masukkan ke dalam sampan
5.    Selanjutnya siram dengan pati san tan yang telah diberi gula dan garam
6.    Tahap terakhir, dikukus hingga matang, dan siap untuk disajikan
7.    Kue ini dihidangkan saat berbuka puasa.

W. SARI KAYO KUAH

Bahan-bahan membuat sari kayo kuah:
1.    Beras pulut
2.    1 buah kelapa
3.    Garam secukupnya

Bumbu:
1.    2 butir telur ayam
2.    1/2 kilogram gula merah
3.    Cengkeh
4.    Kulit manis
5.    Buah pala
6.    Daun pandan

Cara memasaknya:
1.    Dimasak pulut yang sudah diberi santan pati dan garam
2.    Sesudah masak, masukkan pulut tadi ke dalam tempat yang akan disajikan

Cara memasak bumbunya:
1.    Kelapa yang sudah diparut, diambil santan patinya
2.    Telur ayam dikocok sampai mengembang
3.    Tahap berikutnya, masukkan ke dalam tempat pengukusan dengan menambahkan gula merah, cengkeh, buah pala, dan garam
4.    Setelah matang diangkat dan siap dihidangkan.


X. SONAP KANCING BAJU

Bahan-bahan membuat sonap kancing baju:
1.    Tepung beras
2.    Kelapa
3.    Gula pasir
4.    Vanile
5.    Kulit Manis
6.    Cengkeh

Cara memasaknya:
Tepung beras dibasahkan dengan air, lalu di-Iunti (dibuat supaya tepung basah semua dengan air) menjadi adonan. Adonan tersebut dibulat-bulatkan mirip kancing baju. Tahap selanjutnya, masakkan santan kelapa sampai mendidih, lalu masukkan adonan yang sudah dibentuk tadi hingga matang dan siap disajikan.

Y. SONSAGUN
Bahan-bahan membuat sonsagun:
1.    Beras putih
2.    Gula
3.    Kelapa

Cara memasaknya:
1.    Beras ditumbuk hingga menjadi tepung
2.    Kelapa diparut kemudian direndang sampai tercium bau harumnya
3.    Rendang kelapa diaduk dengan tepung dan dimasak hingga berwarna kuning
4.    Jika sudah kelihatan matang, maka sonsagun sudah siap untuk disajikan

Z. TALAM

Bahan-bahan membuat talam:
1.    ½ kilogram tepung gandum/terigu
2.    ½ kilogram gula merah
3.    1 butir kelapa
4.    2 bungkus vanile
5.    Garam secukupnya

Cara memasaknya:
1.    Kelapa diperas, pisahkan pati santannya dengan yang encer (±3 gelas)
2.    Terigu dicampur santan encer diaduk sampai menyatu menjadi adonan
3.    Gula merah diiris halus dan masukkan ke dalam adonan
4.    Setelah bercampur rata, tambahkan garam dan vanile sambil diaduk
5.    Kemudian masukkan ke dalam loyang dan dikukus
6.    Setelah matang, masukkan pati santan yang telah diberi gula ditambah garam tadi di atasnya.
7.    Selanjutnya, dikukus lagi sampai santannya matang
8.    Setelah diangkat, dinginkan lalu dipotong-potong dan siap disajikan

Kue ini biasanya dihidangkan untuk makanan harian..!

Á. TITIH TOBU
Bahan-bahan membuat titih tobu:
1.    Tebu
2.    Garam secukupnya

Cara memasaknya:
1.    Tebu dipotong sepanjang satu hasta, dikupas, lalu dibersihkan dan diambil airnya dengan dikilang
2.    Tebu yang akan dibikin titih dikupas dan dipotong sepanjang 2 cm dan dibelah empat
3.    Air tebu disaring ke dalam kuali selanjutnya dimasak sampai mendidih


Ä. ULEK-ULEK AYIE TOBU
Bahan-bahan membuat ulek-ulek ayie tobu:
1.    Ubi kayu
2.    Tebu
3.    Daun pandan
4.    Garam secukupnya

Cara memasaknya:
1.    Ubi dicincang kecil dan dijemur sampai kering kemudian ditumbuk sampai halus menjadi tepung
2.    Tebu diambil airnya kemudian dipanaskan sampai mendidih
3.    Tepung ubi disiram dengan air sedikit demi sedikit sampai adonan bisa ditekan-tekan pada cetakannya
4.    Kemudian adonan diletakkan di atas cetakannya (seperti cetakan cendol) lalu ditekan-tekan di atas air ubi yang sedang mendidih tadi
5.    Setelah adonan tadi terapung, tandanya sudah matang dan siap untuk disajikan
Dimakan pada siang hari khususnya di ladang...!


read more →

Masakan Khas Luhak Kepenuhan

Aaaaaaaaakkc……………… Alhamdulillah…………
Ojeeee…………….. bojaso makan kali ko…………..
Siapo masok nyo ko, no tanggung lomak nyo do…….
Tamboh le makcik……………
amah-tamah le ngah…………
Tuk, haaa . . .jangan sogan-sogan le…………
Amik-amik long, jangkau miang la, anggap umah soni-i
Aa.. . Topakso monanga ikat pinggang ko……
Bilo wak bisa makan model iko le ne……

Itu hanya beberapa ungkapan kata yang terucap dari menikmati masakan khas Kepenuhan, masih banyak yang akan terdengar bila langsung dalam menikmati dan mencicipi masakan khas Kepenuhan. Ungkapan ini bukan berarti semua akan berkata demikian, tapi kira-kira demikian adanya dan beberapa masakan yang tersaji. Dan ini pula yang menguatkan penulis untuk berbagi rasa dan membagikan beberapa pengetahuan tentang masakan khas Kepenuhan.


Dalam penulisan ini penulis memberikan beberapa resep segar untuk dapat pula para pembaca untuk meracik dengan sendirinya sekaligus memperkenalkan masakan khas Kepenuhan yang merupakan salah satu bagian dari beberapa nuansa masakan nasional yang kurang mendapat perhatian, padahal menurut penulis masakan daerah Kepenuhan ini mungkin tidak kalah rasa dan aura yang terkandung dalam menambah citra masakan nasional.


Namun demikian diharapkan pengembangan lebih lanjut untuk dijadikan bahan pertimbangan dan dapat pula di jadikan masakan khas Kepenuhan pada tingkat yang lebih tinggi, perlu beberapa upaya intensif dalam memperkenalkan resep ini ke depan, apakah melalui demo masakan, pameran masakan, atau media apa saja yang dapat dijadikan ajang peningkatan pemahaman dan pengalaman dalam menciptakan dan menambah citra rasa yang terkandung.


Yang menjadi segar dan dapat dinikmati adalah oleh karena langsung bahan didapatkan dan alam di bumi kepenuhan seperti hutan dan sungai maupun danau. Semua itu masih bersifat alami, dan untuk membuktikan itu semua hampir setiap hari pada pagi hari kecuali hari jum’at setiap minggunya hasil bumi kepenuhan dapat kita dapatkan dan nikmati.


Keadaan pasar tradisonal ini sudah lama berlangsung khususnya di Lurah Kepenuhan tengah tepatnya di ibu kota Kepenuhan yaitu Kota Tengah. Bahan makanan ini sering kita perdapat setiap harinya kecuali pada hari Jumat, sedangkan pada hari kamis merupakan pasar mingguan di Kota tengah. Dan pada hari kamis ini pula seluruh kebutuhan hasil bumi kepenuhan dapat dinikmati.


Keadaan potensi bahan makanan yang masih segar mudah di dapatkan sehingga untuk membuat masakan merupakan ciri khas masakan Kepenuhan menjadi idola dan cirii khas tersendiri dalam menu masakan Kepenuhan.Adapun beberapa jenis ciri khas masakan kepenuhan itu adalah :


A.  ANYANG

Bahan - bahan    :
1.    Cabe merah campur cabe rawit ½ ons (digiling halus)
2.    Kelapa yang sudah diparut 3 sendok makan (direndang/digonseng)
3.    Ompah (ketumbar) 2 sendok makan (direndang/digonseng)
4.    Beras biasa 1 sendok nasi (direndang/digonseng)
5.    lengkuas  sebesar ibu jari (digiling)
6.    Sipodeh/jahe sebesar ibu jari (digiling halus)
7.    Bawang merah 4 sebesar ibu jari kaki (diiris-iris)
8.    Bawang merah 3 buah untuk digiling
9.    Bawang putih 1 siung (digiling halus)
10.    Pati santan secukupnya
11.    Asam limau (jeruk nipis ) secukupnya

Sayuran yang bisa dibikin untuk anyang
1.    Pakih (Paku untuk 3 ikat)
2.    Toge campur kacang panjang 1 ikat. Toge 1 cibung, kacang panjang 1 ikat
3.    Jantung pisang 3 buah
4.    Pangkek sebanyak 2 ikat
5.    Daun botik sebanyak 1 ikat
6.    Daun ubi sebanyak 1 ikat
7.    Daun seminyak secukupnya
8.    Daun pucuak labu cino secukupnya

Pilih sayuran di atas mana yang kita mau untuk dibuat anyang sayur. Sayur-sayuran ini di rebus sampai matang lalu di potong-potong.

Cara Memasaknya    :
1.    Pakih, jantung atau tonawan direbus hingga matang.
2.    Kelapa dan ompah ( rempah), dimasukkan dalam kuali yang dipanaskan tanpa menggunakan minyak atau air, sehingga seperti direndang dan matang. Setelah itu kelapa dan rempah digiling sampai halus.
3.    Cabe, lengkuas dan serai digiling sampai halus
4.    Bawang diiris seperti potongan kecil
5.    Kelapa diperas sehingga membentuk santan kelapa
6.    Jika semua proses tersebut selesai, maka langkah selanjutnya adalah dengan mencampurkan atau mengaduk dalam bumbu yang sudah disediakan menjadi satu kesatuan, kemudian ditambah dengan air asam limau kapeh sedikit saja. Maka dengan demikian masakan ini siap disajikan.


    Tata cara pembuatan Anyang ini sudah menjadi tradisi di masyarakat Kepenuhan khususnya lagi, Anyang akan kita dapatkan atau dinikmati setiap hari, yaitu pada bulan puasa. Pada bulan inilah makanan ini disajikan ketika buka puasa, namun demikian pada hari biasa di luar ramadhan akan kita jumpai tapi sulit didapatkan kecuali yang bersangkutan atau pribadi dan keluarga yang membuatnya.
Anyang yang telah diterangkan akan diberi nama sesuai dengan campuran sayuran yang mendampinginya, jika dicampur dengan Tonawan, maka namanya anyang Tonawan, jika dicampurkan dengan Pakih, maka dinamakan dengan Anyang pakih, jika dicampurkan dengan jantong, maka dinamakan dengan anyang jantong, dan seterusnya.


B. ANYANG TONAWAN KUKUAN
 (ANYANG CENDAWAN KUKURAN)

Bahan-bahan :
1.    Cendawan
2.    Cabe merah / cabe rawit
3.    Lengkuas
4.    Jahe
5.    Sare
6.    Bawang merah
7.    Air nasi yang sedang mendidih
8.    Garam secukupnya

Cara Memasaknya    :
1.    Cabe merah / cabe rawit + lengkuas + jahe + sore + bawang merah di haluskan
2.    Sebagian bawang merah di iris
3.    Cendawan di bersihkan jika masih baru diambil cukup diremas-remas saja dengan garam
4.    Kemudian masukkan cendawan tadi dalam air nasi yang masih panas kemudian diaduk-aduk sampai rata
5.    Kemudian di kukus sampai nyata
6.    Siap di hidangkan

C. POKASAM

Bahan-bahan     :    
1.    Semua Jenis ikan, namun biasanya menggunakan ikan yang lezat seperti ikan tangkaulang, ikan Lomak, ikan Gamak Totali dan lain sebagainya,
2.    padi atau boeh (beras) dan
3.    Garam secukupnya.

Cara Memasaknya    :
1.    Ikan yang sudah dibersihkan kemudian siram dengan garam secukupnya, biarkan agak asin, disimpan atau di masukkan ke tempat tertutup rapi.
2.    Padi atau beras direndang sampai hitam setelah matang, padi ini digiling atau di tumbuk sedemikian rupa, setelah itu disaringkan dengan penyaring ( bahasa Kepenuhan di ayak ) untuk mendapatkan sari dan serbuk dan padi menjadi halus.
3.    Masukkan serbuk yang sudah di ayak tadi dan dicampurkan dengan ikan, diaduk sampai rata dan peram selama 3 malam.
4.    Setelah melalui 3 malam, maka pokasam masukkan kedalam tempat yang agak kecil, sambil menunggu proses selanjutnya. Iris bawang merah dan memotong-motong cabe merah kecil-kecil, kemudian bawang dan cabe masukkan ke dalam pokasam.
5.    Letakkan pokasam dengan bumbu tadi dengan menggunakan suatu wajan tertentu, setelah itu Ietakkan kedalan periuk nasi yang sedang mendidih dan tutup sampai nasi masak.
6.    Dengan masaknya nasi ini maka dengan sendirinya, pokasam dapat dinikmati.
Pokasam ini juga masih dapat dimasakkan lagi dalam bentuk yang lain, walaupun pada dasamya, setelah masak pokasam dapat langsung dinikmati. Adapun bentuk lain tersebut adalah ;
1.    Pokasam dapat digulai dengan pucuk labu cina, bayam, dan pucuk ubi
2.    Pokasam juga bias digoreng
3.    Pokasan dapat juga ditumis kembali untuk menambah citra rasa dengan menambah beberapa bumbu lagi.
Untuk mendapatkan pokasam ini di Kepenuhan, setiap hari kamis yaitu hari pasar di pusat kota kecamatan Kepenuhan yaitu Kota tengah. Pokasam akan kita dapatkan karena sering tersedia.

D. JOUK MAMAN
Bahan - bahan     :
1.    Daun maman dan
2.    Nasi yang dicampur dengan garam secukupnya

Cara Memasaknya    :
    Daun maman dipotong halus dan dibasuh bersih. Setelah dibasuh masukan ke dalam panci (wajan) yang tertutup. Masukkan garam dan air hangat yang sudah didinginkan. Kemudian masukkan nasi yang agak panas di atas maman. Proses selanjutnya adalah seluruh yang telah dilakukan, maka panci tadi ditutup sampai memakan waktu 2 hari 2 malam lamanya.

Cara Menyajikannya
    Maman yang sudah di peram tadi, udah siap disajikan, yaitu dengan memasukkan jouk maman ke dalam salah satu wajan, boleh mangkok dan lain sebagainya. Untuk lebih mempersedap disediakan pula ulekan cabe yang dicampur garam sedikit. Biasanya di Kepenuhan Jouk maman ini disediakan pula dengan kan bomam (panggang yang tidak dicampur dengan garam).
    Dengan beberapa tambahan bumbu penyedap maka jouk maman siap disantap dengan nikmat, namun yang banyak menikmati masakan mi hanya para tetua kampung, dan sedikit saja dan kalangan muda, padahal ini merupakan khas masakan dari zaman dahulu.
    Biasanya waktu yang tepat untuk menikmatinya adalah pada waktu siang atau setelah shalat zuhur, mengapa karena suasana demikian menambah nafsu makan yang tak terkira.


E. PENANG (PENDANG)

Bahan     :
Ikan
Bumbu    :
   
1.    Serai
2.    Asam kandis
3.    Garam
4.    Cabe muda yang sudah diiris
5.    Bawang merah yang sudah diiris.

Cara Memasaknya    :
1.    Ikan dibersihkan, untuk jenis ikan bervariasi, mulai dari ikan bada, ikan selais ikan Jua, ikan Beliduo, ikan Motan dan masih banyak lagi, namun biasanya hanya satu jenis ikan saja dalam membuat penang ini.
2.    Ambil air secukupnya masukkan kedalam panci dan dipanaskan atau dimasak, 3. Setelah air mendidih, lalu masukkan bumbu yang sudah disediakan.
3.    Setelah rata air dan bumbu maka masukkan ikan.
4.    Setelah matang, penang dapat disajikan.


F. URAB
Bahan-bahan    :    
1.    Pucuk Botik ( Pepaya),
2.    Pucuk Ubi
3.    Toge
4.    Kacang panjang
5.    Wortel
Bumbu     :    
1.    Cabe
2.    Kencur
3.    Bawang merah
4.    Bawang putih
5.    Daun limau purut
6.    Kelapa
7.    Garam secukupnya
8.    Jeruk nipis

Cara Memasaknya    :
1.    Pucuk Botik ( Pepaya ), Pucuk Ubi dan toge direbus sampai matang
2.    Setelah matang, pucuk botik dan pucuk ubi dipotong-potong sedikit halus dan ditempatkan pada wajan yang sudah disediakan
3.    Cabe, kencur, bawang merah dan putih, daun Iimau purut, kelapa yang sudah diparut serta garam digiling sampai halus dan menyatu sama lainnya.
4.    Setelah itu di kukus selama 15 menit ( poin 3 ) dan dianggap matang dikeluarkan dan dalam kukusan.
5.    Cabe, kencur dan lainnya tadi dicampurkan/diaduk dengan pucuk botik, pucuk ubi dan toge di dalam wajan dan asam limau tipih diperas sedemikian rupa dan secukupnya ke dalam campuran tadi sebagai penyedap rasa.
6.    Setelah merata maka makanan Urab tersebut siap disajikan dan nikmati

G. PAIH
Bahan-bahan        :
1.    Ikan dan
2.    Daun Pisang

Bumbu        :   
1.    Cabe rawit
2.    Bawang Merah atau bawang batak
3.    Daun kunyit
4.    Garam secukupnya
5.    Asam kandis
6.    Serai
7.    Kunyit,
   
Cara Memasaknya    :
1.    Ikan yang telah disediakan tadi dipotong-potong sedemikian rupa untuk dapat dinikmati kemudian dibersihkan.
2.    Daun pisang dilayukan diatas perapian untuk menciptakan aroma harum pada masakan
3.    Serai, kunyit, cabe, bawang merah dan garam secukupnya digiling halus sampai menyatu
4.    Kemudian Daun Kunyit, asam kandis dan serai potongan ( Serai tutuk ) satu batang di tempatkan pada bumbu yang sudah digiling tadi.
5.    Kemudian kita ambil daun yang sudah dilayukan ditempatkan pada tempat yang cukup lapang ( Luas),
6.    Setelah itu, kita letakkan ikan pada daun tadi. Kemudian di atas ikan tersebut kita adukkan bumbu yang sudah disediakan sehingga merata pada ikan.
7.    Setelah merata, kita campurkan lagi daun kunyit, asam kandis dan serai tutuk di atas yang sudah dicampurkan, kemudian daun tersebut kita lipat sedemikian rupa untuk membungkus dan ikan dan bumbu yang diadonankan.
8.    Setelah berbentuk bungkusan, maka bungkusan tadi di panggang sampai matang
9.    Setelah matang masakan ini siap disajikan.


Keterangan ;
Pada masakan paih ini ada beberapa macam, yaitu :
1.     Paih ikan
2.     Paih Asam Dian (asam durian)
3.    Paih Tonawan Asam dian
    Untuk poin 2 dan 3, cara memasakkannya sama dengan yang di atas, perbedaanya adalah menambahkan asam dian dan tonawan dengan tidak menggunakan asam kandis.


H. GULAI
a. Biasa
    Dalam pembuatan gulai ini, tergantung dengan bahan yang di buat, dan tata cara membuatnya sama saja, yang berbeda adalah jenis bahan yang akan dimasakkan, seperti ;
1.    Gulai Salai
2.    Gulai Salai dengan Tonawan
3.    Gulai salai dengan terong
4.    Gulai salai dengan kantang
5.    Gulai salai dengan kacang
6.    Gulai salai dengan Nangko
7.    Gulai salai dengan Pisang lidi
8.    Guiai salai dengan labu cino
9.    Gulai salai dengan kundur
10.    Gulai salai dengan pangkek
11.    Gulai Ikan Hidup, seperti Ikan Patin, Ikan baung, ikan Selais, lkan bada dan lain sebagainya, untuk campuran atau oncahnyo (pasangan) berbeda satu dengan yang lain.

Bahan-bahan    :
    
1.    Ikan Salai
2.    lkan Hidup dan
3.    Beberapajenis bahan sayuran.

Bumbu     :    
a.  Gulai Salai
1.    Cabe
2.    Serai
3.    Lengkuas
4.    Jahe
5.    Kunyit
6.    Bawang merah
7.    Bawang putih
8.    Garam secukupnya
9.    Asam gulai
10.    Santan kelapa
11.    Satu potong serai ( Sorai tutuk )
12.    Daun kunyit
b.    Gulai Ikan Hidup
1.    Cabe
2.    Serai
3.    Kunyit
4.    Bawang merah
5.    Garam Secukupnya
6.    Santan kelapa
7.    Daun kunyit
8.    Satu potong serai (Sorai tutuk ) dan
9.    Asam gulai

Cara Memasaknya    :
1.    Ikan salai atau ikan hidup dipotong-potong kemudian dibersihkan.
2.    Bumbu untuk dua jenis masakan ini di giling sampai halus dan merata kecuali asam gulai dan santan kelapa.
3.    Santan kelapa, bumbu, asam gulai dan Sorai tutuk yang telah disediakan, masukkan dalam kuali sampai mendidih
4.    Setelah mendidih masukkan ikan salai atau ikan hidup ke dalam kuali.
5.    sedangkan campurannya tadi disesuaikan dengan jenis masakan yang akan dimasak, seperti yang telah dijelaskan diatas.
6.    Masukkan campuran dan jenis masakan tadi, setelah matang masakan ini dapat disajikan dan dinikmati.



I. GULAI ASAM PODEH (ASAM PEDAS)
Bahan-bahan    :
Ikan
Bumbu     :
1.    Cabe R.awit
2.    Serai
3.    Kunyit
4.    Bawang merah
5.    Tomat secukupnya
6.    Asam kandis atau asam belimbing
7.    Garam secukupnya
Cara Memasaknya    :
1.    Ikan dipotong-potong-potong kemudian dibersihkan
2.    Cabe rawit, serai, kunyit, bawang merah dan garam secukupnya serta Buah tomat digiling halus sekaligus sehingga merata.
3.    Masukkan ikan dan bumbunya serta asam kandis atau asam belimbing (salah satunya saja ) ke dalam kuali atau panci, letakkan ke atas perapian.
4.    Setelah itu berikan air secukupnya dalam bumbu dan ikan tadi sampai matang.
5.    Setelah itu dapat di sajikan.


J. SAMA

a. Sama Kuasak Belimbing dan Terong Asam
Bahan-bahan    :
1.    Ikan kuasak (ikan yang dijemur tanpa garam)
Bumbu     :
1.    Cabe
2.    Belimbing
3.    Bawang merah
4.    Garam secukupnya

Cara Memasaknya    :
1.    Cabe digiling dengan garam sampai halus
2.    Masukkan kuasak yang sudah dibakar kedalam cabe yang sudah digiling halus, kemudian digiling lagi sampai merata dan halus
3.    Lalu belimbing digiling didalam cabe dan kuasak tadi
4.    Dan diaduk sampai merata, siap untuk di sajikan


b. Sambal ( Sama ) Bolacan / terasi
Bahan    :
Bolacan
Bumbu    :
1.    Cabe
2.    Terong asam
3.    Bawang merah
4.    Bawang putih secukupnya dan
5.    Garam secukupnya

Cara Memasaknya    :
1.    Cabe, bawang merah dan bawang putih digiling dengan garam sampai halus
2.    Kemudian torong yang sudah dibersihkan dimasukkan kedalam gilingan cabe dan bawang tadi
3.    Giling sampai halus dan merata, siap untuk di sajikan

c. Sambal ( Sama ) Lado
Bumbu    :
1.    Cabe (lado)
2.    Bawang merah secukupnya
3.    Bawang putih secukupnya
4.    Asam Limau
5.    Garam secukupnya
6.    Sedikit buah tomat sebagai penyedap


Cara Memasaknya    :
1.    Cabe, bawang merah dan bawang putih dan garam digiling atau diadon menjadi satu, namun cabenya tidak terlalu halus
2.    Setelah adonan ini menjadi satu diambil beberapa tetes asam limau dan beberapa iris tomat sebagai penyedap
3.    Siap sajikan


K ASAM DlAN (DURIAN)

Bahan     :

Durian yang diasamkan

Cara Membuat
1.    Durian yang sudah masak, dibuka dan kulitnya kemudian isinya dipisahkan dan pijinya, yang diambil hanyalah isinya saja
2.    Isi durian yang sudah dipisahkan tadi ditempatkan pada suatu tempat tertutup, seperti panci atau wadah lain yang sifatnya tertutup rapat.
3.    Kemudian durian yang telah ditempatkan pada tempat tertutup tadi, dibiarkan sampai 2 atau tiga lamanya, sehingga sudah dapat diketahui menjadi asam durian.
4.    Setetah itu langsung siap disajikan.

L. SAYUA (SAYUR)

a. Sayur Pucuk sominyak
Bahan
Pucuk sominyak

Bumbu

1.    Cabe tawit dan cabe merah yg diiris secukupnya
2.    Sepertiga batang serai
3.    Garam
4.    Bawang merah
5.    Air putih

Cara Memasaknya     :
1.    Pucuk daun seminyak dipotong sedemikian rupa dan dibersihkan dalam wadah yang disediakan
2.    Sementara itu didihkan air dalam kuali atau dandang sebagai wadah tempat masak
3.    Masukkan bumbuh yang telah diiris tadi dan garam secukupnya serta biarkan beberapa saat, agar bumbuh bisa menyatu dalam air yang sudah di sediakan
4.    Setelah menyatu, maka masukkanlah daun atau pucuk seminyak dalam wadah tadi, biarkan beberapa saat sampai terlihat pucuk seminyak agak matang, dengan demikian sayua pucuk seminyak sudah siap disajikan.

b. Sayur Asam Pakih Merah

Bahan        :

Pakih ( Daun dan batangnya )

Bumbu     :
1.    Bwang
2.    Cabe
3.    Garam
4.    Kolopak asam yang kecil

Cara Memasaknya     :
    Pakih yang sudah di kutui (diiris) dan di patahkan (batangnya dipotong-potong) dalam bentuk kecil, sebelum di proses langkah selanjutnya adalah dengan memanaskan air di dalam kuali dicampur bawang yang udah diiris-iris, cabe muda, sedikit garam dan ditambah dengan sedikit asam.
    Setelah mendidih air tadi, masukkan pakih yang sudah disediakan, sampai diperkirakan pakihnya matang. Dengan demikian Sayua asam pakih merah siap saji. Dan biasanya untuk melengkapi kelezatan dan sayua Asam Pakih merah ini adalah juga disediakan Kincong (sejenis sayuran).
Waktu yang tepat menikmati dan sayua asam pakih merah ini adalah pada waktu siang, apalagi waktu dahulu orang-orang tua menikmatinya setelah mereka pekerja di ladang, dengan mengambil tempat di atas teratak ( gubuk tengah ladang) dengan hembusan angin sepoi-sepoi.


M. POKASAM SAMO BAYAM

Bahan-bahan    :
1.    Pokasam
2.    Bayam
3.    Cabe
4.    Bawang merah.

Cara memasaknya    :
Cabe, bawang merah digiling kasar tanpa garam. Masukkan dalam mangkok pokasamnya, sesudah kita masukan cabe ke dalam mangkok dan bayam di atas sambal. Sesudah itu di uok.


N. GULAI POKASAM DENGAN PUCUK LABU CINO
Bahan-bahan    :

1.    Pokasam
2.    Pucuk labu cino
3.    ¼ tekong cabe campur
4.    Kunyit
5.    Serai
6.    Bawang merah secukupnya
7.    ½ buah kelapa.

Cara memasaknya    :
Pucuk labu yang diambil yang muda dan bersihkan, keringkan ditempat yang jarang. Giling bumbu semuanya, peras kelapa secukupnya, masukkan bumbu dan panaskan sampai mendidih, lalu masukkan pucuk labu biarkan sebentar lalu bangkit.

Kalau sodapnya makan peneh au mintak am pun ciik buek nyooo!


O. SAYUR CENDAWAN / JAMUR / SAYUA TONAWAN


Bahan-bahan    :
1.    Tonawan
2.    Bawang batak / bawang rambut
3.    Daun kunyit
4.    Daun kemangi
5.    Cabe muda
6.    Serai
7.    Garam.

Cara Memasaknya    :
Tonawan dibuang kakinya dan dipotong menurut kehendak hati dan dicuci sampai bersih daun bawang ditambah daun kunyit ditambah serai ditambah daun kemangi. Tonawan campur garam diremas/ diameh masukkan bumbu semuanya langsung masak sampai hilang buihnya.
Disajikan untuk makan siang bosamao sama kuasak dengan bolimang. Nak tau sodapnyo buek lah!


P. PAIH IKAN KLABAU (PEPES IKAN KELABAU)
Bahan-bahan:

1.    Ikan yang sedikit busuk
2.    Cabe merah /cabe rawit
3.    Serai
4.    Kunyit
5.    Bawang merah
6.    Bawang putih
7.    Asam kandis
8.    Kelapa
9.    Garam secukupnya
10.    Daun pisang.

Cara Memasaknya    :
1.    Cabe + sere + kunyit + Bawang merah + bawang putih dihaluskan.
2.    Kelapa diparut kemudian digiling sedikit.
3.    Asam kandis direndam (dimasukkan kedalam bumbu yang dihaluskan tadi + kelapa).
4.    Ikan dimasukkan kedalam bumbu kemudian diaduk-aduk sampai merata lalu masuk ke dalam daun pisang lalu dibungkus.
5.    Panggang di api bara yang sedang.
6.    Dihidangkan kapan saja.


Q. GULAI SAMPODEH BATANG KULADI

Bahan-bahan    :
1.    Batang kuladi yang hijau
2.    Ikan busuk yang sudah dikeringkan (Kuasak)
3.    1/4 serai
4.    Kunyit 2 ulas
5.    Bawang merah
6.    1/4 tekong cabe rawit / lado agar.

Cara Memasaknya    :
1.    Palopah batang kaladi lalu potong-potong bersihkan
2.    Serai diiris + kunyit + lado + bawang giling halus
3.    Bersihkan ikan kuasak masuk air secukupnya terus masukkan dengan bumbu setelah mendidih masukkan batang talas + kuasak biarkan sejenak setelah masak hidangkanlah untuk makan bosamo istilah kepenuhan.

Kalau onak bisa mo abihkan nasi setekong buek suk yaaa! Cik.


R. POKEK JOUK DIAN

Bahan-bahan    :

1.    Durian diambil isinya dan diperam agak 2 malam
2.    Cabe 1/4 tekong
3.    Bawang merah.

Cara memasaknya    :
Cabe digiling + 2 buah bawang merah giling aduk bersama asam durian, aduk lagi, ditata kedalam pinggan yang bukan kaca kemudian telungkupkan ke atas tungku yang dibawahnya ada bara api setelah agak kuning baru diangkat dimakan bersama lalap (ulam). Seperti pucuk jambu monyet (jambu gajih) pucuk limau kosik, jengkol, potai sikapur dan lain-lain.

Kalau domam kocik baok makan kokek Jouk Dian ilangnyo moh bek yaaa! Mak.


S. PINDANG IKAN DUO KALI AYIE

Bahan-bahan    :   

1.    Ikan Motan, ikan Bada / ikan selais (Laih) Ikan Bolido
2.    Asam kandis
3.    Asam belimbing
4.    2 buah bawang merah
5.    1/2 batang serai
6.    5 buah lado mudo (Cabe).
Cara Memasaknya    :
Pilih salah satu ikan mana yang disukai lalu bersihkan masukkan kedalam panci + air masuk humbu yang sudah dipotong-potong kecuali asam dan cabe, Iangsung masukkan setelah matang tambah lagi airnya hiarkan mendidih haru diangkat dan disajikan dengan samo bolacan.

T. TUMIS PAKIS MERAH (PAKU)

Bahan-bahan    :
1.    Seikat pakis (paku)
2.    Pati santan 1/2 gelas
3.    20 buah cabe rawit
4.    Terasi (belacan) sebesar ibu kaki
5.    Minyak untuk menumis
6.    2 buah bawang merah
7.    1/2 siung bawang putih.

Cara Memasaknya    :
Pakis diambil daunnya giling bumbu + bawang + bawang putih + setelah halus masuk bolacan (trasi). Panas minyak masuk bumbu bangkit aromanya masuk pakis aduk + pati santan aduk setelah mendidih angkat.
Kotongahkan untuk makan paneh aiii, Kalau to kinyam no tolok togak le do cik! Buek Suk Yaa Cik!

U. KUKUA MONTIMUN (KUKUR MENTIMUN)

Bahan-bahan:
1.    Ketimun tua
2.    Cabe rawit
3.    Bawang merah
4.    Ikan hidup dan
5.    Terasi

Cara Memasaknya    :
Timur, dikukur dengan sendok masukkan ke dalam mangkok kemudian ikan dibakar ke adalam bara api yang cukup hangat (disombam) trasi dibakar, Cabe + bawang merah digiling kasar, Kemudian masukkan kedalam mangkok ketimun,
Siap disajikan untuk makan siang (Tongah aii).



V. SAMA SALAI MOTAN


Bahan-bahan    :
1.    1 ons ikan salai Motan
2.    10 buah cabe Merah
3.    Siung Bawang Merah
4.    1 iris Asam Limau
5.    Garam secukupnya.

Cara Memasaknya    :
Cabe digiling halus, masukkan bawang. Ikan Salai dipanas kan (panggang) Lalu dibuang Kepala dan Tulang. Lalu digiling bersama cabe dan bawang tadi dan peras asam limau. Disajikan di pagi hari


W. AYIE ASAM TORONG
Bahan-bahan    :
1.    Terong
2.    Asam Kandis
3.    Bawang merah
4.    Cabe rawit
5.    Garam
6.    Air secukupnya. Cara Memasaknya:

Terong dibakar lalu dikupas, cabe digiling kasar dengan bawang, asam direndam dengan air panas, masuk kan terong yang sudah dikupas tadi dan cabe yang telah digiling kasar. Disajikan waktu makan siang.


Z. SAMBAL LADO ASAM LIMAU


Bahan-bahan    :

1.    Lado merah
2.    Bawang merah
3.    Asam limau (jeruk nipis) dan
4.    Garam.

Cara memasaknya    :
 Lado digiling halus, masukkan bawang merah digiling juga. Peras asam limau secukupnya. Enak dimakan dengan pindang ikan. Dan panggang ikan bergaram. Siap untuk disajikan kapan saja.
read more →